A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan Tinggi, LLDikti Gelar Raker Bersama PTS se-Sumbagsel | Harian Momentum

Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan Tinggi, LLDikti Gelar Raker Bersama PTS se-Sumbagsel

306 Views
Ketua LLDikti wilayah II Iskhaq Iskandar memberikan keterangan pers.

MOMENTUM, Bandarlampung--Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II mengadakan rapat kerja bersama 178 pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) se-Sumbagsel. 

Kegiatan bertajuk "Semarak MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) untuk Melahirkan Generasi Unggul", itu digelar selama tiga hari pada 15-17 September 2023 di Ballroom Hotel Novotel Bandarlampung.

Ketua LLDikti wilayah II Iskhaq Iskandar menyebut rapat kerja ini merupakan agenda rutin yang dilakanakan LLDikti setiap tahun. Tujuannya adalah untuk

melakukan evaluasi kegiatan selama satu tahun ke belakang. Sehingga kualitas layanan dan mutu pendidikan tinggi terus meningkat.

"Apa yang sudah kita capai, apa yang belum tercapai, apa kendalanya, kita evaluasi bersama. Dan pada saat yang bersamaan kita juga akan memberikan apresiasi kepada perguruan tinggi yang memang sudah baik," ujar Iskhaq, Sabtu (15-9-2023) malam.

Dalam pembahasan rapat kerja itu, setidaknya ada tiga poin yang akan banyak dibahas bersama pimpinan PTS. Yaitu terkait kelembagaan, kemahasiswaan, dan juga sumber daya.

Dari sisi kelembagaan, Iskhaq menjelaskan bahwa perguruan tinggi membutuhkan adanya sosialisasi lebih lanjut tentang Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Permendikbud Ristek) nomor 53 tahun 2023 tentang penjaminan mutu pendidikan tinggi.

"Dalam aturan baru tersebut memuat soal kebijakan pengganti skripsi dan akreditasi perguruan tinggi. Itu kita akan lakukan itu di sisa tahun ini dan juga tiap tahun yang akan datang bagaimana implementasi dari peraturan ini," jelasnya.

Kemudian di bagian kemahasiswaan, melalui rapat kerja ini, diharapkan agar LLDikti wilayah II bisa memfasilitasi kegiatan peningkatan kompetensi mahasiswa melalui program MBKM.

"Termasuk jalinan kerjasama dengan para stake holder, seperti Kominfo untuk magang di bidang digital, dan lain sebagainya," ucapnya.

Sedangkan dari sisi sumber daya, menurut Iskhaq harus ada peningkatan kompetensi dari dosen-dosen melalui kerjasama. Oleh karenanya, melalui rapat kerja ini, para tenaga pendidik diharapkan lebih memiliki pemikiran luas dalam upaya peningkatan kompetensi.

"Dalam hal ini kita bisa bekerjasama dengan segala bidang dari berbagai lembaga atau pun perusahaan," katanya.

Selain dari pada hal itu, dalam rapat kerja ini juga Iskhaq meminta kepada para pimpinan perguruan tinggi untuk membentuk segera membentuk Satgas PPKS. Yang aturannya sudah jelas tertuang dalam Permendikbud Ristek  nomor 3 tahun 2021.

"Satgas PPKS ini penting agar kampus menjadi tempat yang nyaman, tempat yang aman, dan kondusif dari kekerasan kekerasan pendidikan khususnya di tingkat perguruan tinggi. Jadi rapat kerja tahun ini momentumnya sangat baik," kata dia.

Terlebih, dengan diluncurkannya program Merdeka belajar edisi ke-26 yang diiringi dengan diterbitkannya Permendikbud Ristek nomor 53 Tahun 2023 Iskhaq menyebut bahwa hal ini menjadi satu acuan yang harus dipahami oleh pimpinan PTS. 

Menurut dia, transformasi pendidikan harus diikuti. Sebab banyak sekali perubahan-perubahan yang mendasar dalam lingkup pendidikan tinggi. Tanpa mengikuti  aturan tersebut, maka perguruan tinggi berada dalam zona yang tidak aman dan sulit untuk bisa bersaing.

"Salah satunya definisi SKS, kalau dulu SKS itu didefinisikan sebagai 60 menit tugas terstruktur, 60 menit belajar mandiri. kalau sekarang  satu SKS itu setara dengan kegiatan pembelajaran per semester. Artinya kita harus menyesuaikan lingkungan kita agar kita bisa mengadopsi peraturan tersebut," terang Iskhaq.(**)