A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

TNI AD Luncurkan Program Penanganan Stunting di Lampung Barat | Harian Momentum

TNI AD Luncurkan Program Penanganan Stunting di Lampung Barat

326 Views
Penandatanganan kerja sama TNI AD dan Dinas P2KBP3A Lampung Barat dalam penanganan stunting dan keluarga berencana.

MOMENTUM, Liwa – Penanganan stunting, pelayanan keluarga berencana atau KB, serta kesehatan reproduksi di Lampung Barat.

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Lampung Barat (Lambar) mendapat amunisi baru dalam menjalankan program penanganan stunting.

Pasalnya, DP2KBP3A Lambar bersama TNI Angkatan Darat (AD) bersepakat menjalankan program yang dapat membantu penanganan stunting. Yaitu, program E-Stuntad dan E-Posyandu yang diluncurkan pada Selasa, 5 September 2023. 

Selain program tersebut, menurut Kepala Dinas (Kadis) P2KBP3A Lambar Danang Harisuseno, juga ditandatangani kesepakatan kerja sama dengan TNI AD terkait dengan penyelenggaraan pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi serta percepatan penurunan stunting di FKTP Poskes.

Menurut dia, dalam segala kegiatan penanganan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi serta stunting di Lambar, akan dilakukan bersama TNI AD. Keterlibatan TNI diharapkan akan mempercepat penanganan stunting yang saat ini angka stunting masih 11 persen.

"Kita langsung koordinasi dengan semua bidang yang ada disini, bila ada kegiatan akan bersama dengan TNI AD. Tentu dengan adanya kerjasama ini mempermudah dalam segala penanganan nantinya," ucapnya.

Menurutnya, stunting patut diwaspadai terutama dampaknya dalam jangka panjang. Stunting akan mengganggu pertumbuhan fisik dan mental anak. Dia mengimbau orang tua untuk memperhatikan buah hatinya. Terutama, bagi orang tua yang perokok aktif karena dapat memicu terjadinya stunting dan berbagai penyakit. 

"Stunting terjadi dikarenakan beberapa faktor, bukan hanya dari kekurangan asupan gizi tapi bisa dari salah pola asuh orang tua terhadap anak. Contohnya, kita tidak ikut memantau apa saja yang dikomsumsi anak dan kelalaian kebiasaan merokok disamping anak," katanya. (*)