A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pesagi Cultur Festival Digelar Oktober, Dinas Pendidikan Gelar Lokakarya | Harian Momentum

Pesagi Cultur Festival Digelar Oktober, Dinas Pendidikan Gelar Lokakarya

1913 Views
Pembukaan okakarya Platform Kebudayaan, 23-24 Agustus 2023, ditandai dengan pemukulan gamelan.

MOMENTUM, Balikbukit -- Menyambut Pesagi Cultur Festival (PCF) pada Oktober 2023, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat (Lambar) menggelar Lokakarya Platform Kebudayaan, 23-24 Agustus 2023.

Kegiatan dua hari itu berlangsung di Lamban Pancasila, Waymengaku Kecamatan Balikbukit, Lambar. Dibuka oleh Dewa Ayu Oka Sulasmi, perwakilan Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan (PTLK).

Lokakarya menghadirkan lima pemateri. Eggy Yunaedi dari panel ahli Indonesia; Athur S Nalan perwakilan seniman; Hilda Yulianti Hapsari, staf Pokja Lembaga Kebudayaan dan Faiz Sukma Nugraha, staf Pokja Lembaga Kebudayaa.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Disdikbud Riyadi Andrianto, mewakili kepala dinasnya, Bulki, menjelaskan, lokakarya tersebut sebagai persiapan Pesagi Cultur Festival pada Oktober 2023 mendatang.

Disebutkan, lokakarya diikuti 60 peserta mewakili berbagai kesenian yang ada di Lampung Barat. Dia, berharap para penggiat kesenian menjalin kerja sama guna menyukseskan Pesagi Cultur Festival.

Sementara Dewa Ayu Oka Sulasmi mengatakan lokakarya ini merupakan kerja sama pemerintah daerah dan pusat. Hal ini juga merupakan amanat Undang-undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka untuk membentuk ekosistem kebudayaan.

Platform kebudayaan adalah program pemerintah yang bertujuan untuk menghidupkan ekosistem objek pemajuan kebudayaan secara merata dan berkelanjutan.

"Pengelolaannya dilakukan secara gotong royong, untuk membangun kerja sama strategis antara pemerintah pusat dan daerah," terangnya. Dengan harapan, terjadi  transfer pengetahuan terhadap pelaku budaya di daerah.

Selain itu, dia berharap, lokakarya menjadi wadah untuk mengekspresikan ide kreatif, dan ajang silaturahmi, serta menjadi penyemangat dalam melestarikan kebudayaan. (*)