A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

HUT ke 118 Desa Bagelen, Bupati Pesawaran Ajak Lestarikan Budaya | Harian Momentum

HUT ke 118 Desa Bagelen, Bupati Pesawaran Ajak Lestarikan Budaya

459 Views
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghadiri prosesi suroan HUT ke 118 Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan

MOMENTUM, Gedongtataan--Kekayaan budaya serta adat istiadat memiliki arti penting dalam membangun masyarakat. 

Demikian disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menghadiri prosesi Suroan atau Bersih Desa yang digelar masyarakat Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Sabtu (13-8-2023) malam. 

Bupati mengatakan, tradisi suoran di Desa Bagelen merupakan salah satu kekayaan khazanah budaya, sekaligus terkait sejarah berdirinya desa tersebut.

"Desa Bagelen ini merupakan desa transmigrasi pertama di Indonesia. Saat itu, tahun 1905, pemerintah kolonial Belanda melaksanakan program kolonisasi yang sekarang kita kenal dengan transmigrasi. Rombongan kolonisasi yang dibawa pemerintah kolonial itu, ditempatkan di sini, yang sekarang kita kenal dengan nama Desa Bagelen. Nah, tradisi suroan ini dilaksanakan terus, turu-temurun selama 118 tahun sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Bagelen," tutur bupati.

Bupati meminta seluruh elemen masyarakat Desa Bagelen  terus mempertahankan dan meningkatkan apa yang telah dicapai saat ini.

"Tradisi suroan ini bukan sekedar seremoni peringatan HUT ke 188 Desa Bagelen. Lebih dari itu harus menjadi motivasi untuk meningkatkan apa yang telah dicapai, sekaligus melestarikan seni budaya warisan leluhur," pintanya. Prosesi tradisi suroan di Desa Bagelen diisi dengan pagelaran kesenian Wayang Kulit. (**)