A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Kawanan Gajah Liar Rusak Tanaman Warga di Semaka | Harian Momentum

Kawanan Gajah Liar Rusak Tanaman Warga di Semaka

530 Views
Petugas kepolisian dari Polres Tanggamus meninjau lokasi yang dimasuki gajah liar.

MOMENTUM, Semaka -- Sekelompok gajah liar yang berjumlah sekitar 10 ekor kembali masuk area perkebunan warga Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Berbagai jenis tanaman seluas sekitar enam hektare rusak.

Kawanan gajah liar yang masuk perkebunan warga sejak Ahad 30 Juli 2023, itu hingga kini belum juga kembali masuk hutan. Warga berusaha menghalau binatang berbelali itu dengan peralatan tradisional berupa obor dan petasan.

Namun, upupa warga itu belum berhasil. Akibatnya, warga harus melakukan ronda setiap malam agar kawanan gajah liar tidak masuk lahan pertanian mereka.

Aparat kepolisian dari Polres Tanggamus yaitu Kabag Ops AKP Sarwani, Kasat Samapta AKP Budi Harto, Kasi Humas Iptu M. Yusuf, dan sejumlah personelnya mendatangi lokasi kejadian.

Bersama warga, aparat kepolisian meninjau jalan masuk gajah dan kerusakan yang ditimbulkan. Selain tanaman, kabel listrik PLN menuju pekon Wargomulyo sempat putus terkena terjangan gajah liar. Namun, kabel listrik telah tersambung kembali oleh petugas PLN.

Kasi Humas Polres Tanggamus Yusuf mengatakan, pihaknya mendatangi lokasi atas informasi masyarakat tentang gajah liar masuk ke perkebunan warga yang berbatasan dengan hutan kawasan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian masuknya gajah tersebut, hanya kerusakan tanaman," kata Yusuf mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Siswara Hadi Chandra, di lokasi peninjauan, Kamis 3 Agustus 2023.

Dia menegaskan, tidak ada korban jiwa saat warga menghalau gajah tersebut, namun berdasarkan informasi warga bahwa ada tanaman yang dirusak sebanyak enam hektare.

"Menurut warga ada enam hektare yang dirusak berupa palawija maupun tanamanan berupa petai dan sebagainya," kata Iptu M. Yusuf.

Masyarakat diimbau senantiasa waspada dan berhati-hati saat menghalau kawanan gajah liar.

Menurut keterangan Sutris, Kadus 03, Tumpakbayur Pekon Sedayu, Semaka, gajah mulai masuk pada 27 Juli 2023. Namun tadi malam sudah tidak lagi terlihat hanya menyisakan kerusakan.

"Sekitar lima sampai enam hektare tanaman warga rusak. Seperti alpukat, petai, durian, jagung dan singkong," kata Sutris.

Sutrisno menyebut bahwa pengusiran awal gajah menggunakan petasan dan juga obor sebab gajah takut terhadap api juga menghidupkan api pada lintasan gajah. "Untuk sekarang informasinya gajah sudah masuk ke kawasan pemerihan," ucapnya.

Sutris berharap perhatian pemerintah terhadap nasib petani dengan melakukan langkah-langkah terbaik. Ia juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Polres Tanggamus yang telah mininjau lokasi tersebut. (*)