A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pelajar Baru MTsN 1 Lambar Diwajibkan Bayar Infaq Pemeliharaan Pagar dan Taman | Harian Momentum

Pelajar Baru MTsN 1 Lambar Diwajibkan Bayar Infaq Pemeliharaan Pagar dan Taman

517 Views
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Lampung Barat.

MOMENTUM, Liwa -- Berbalut infaq, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Lampung Barat (Lambar) mewajibkan peserta didik baru membayar sejumlah uang untuk biaya pemeliharaan pagar dan taman.

Para pelajar tahun ajaran 2023/2024, diwajibkan membayar infaq senilai Rp500 ribu per anak. Kewajiban ini disebut hasil kesepatan komite sekolah dan walimurid.

Kewajiban membaya infaq untuk pemeliharaan pagar dan tanam  tersebut dikeluhkan sejumlah wali murid yang tidak seluruhnya berasal  dari keluarga berkecukupan.

Alasannya, selain infaq tersebut, setiap peserta didik baru juga harus membayar sejujmlah uang untuk perlengkapan lain, seperti seragam sekolah. Jumlahya, sekitar Rp1 juta untuk siswa laki-laki dan Rp1,3 juta untuk pelajar perempuan.

Jika ditotal dengan infaq sebesar Rp500 ribu, pengeluaran walimurid untuk siswa laki-laki Rp1,5 juta dan siswa perempuan Rp1,8 juta.

Menanggpi hal itu, Kepala MTs Negeri 1 Liwa, Desi Arisandi saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (26/07/23), tidak menampik bahwa pihak komite sekolah menerapkan infaq. Bahkan, dia menyebut kebijakan tersebut telah melalui kesepakatan bersama antara komite sekolah dan wali murid.

"Ya, ada infaq. Itu pihak komite yang peduli dengan sekolah. Itupun dijalankan setelah menjadi kesepakatan bersama oleh komite dan wali murid," ucapnya.

Menurutnya hal tersebut wajar. Dan hal itu menjadi bukti kepedulian komite terhadap pendidikan. "Ya tau, ada infaq Rp500 ribu persiswa keperuntukan untuk pemeilharaan pagar karena komite dan wali murid takut dengan kondisi pagar saat ini," lanjutnya.

Desi juga mengatakan pada tahun ajaran 2023/2024, sekolahnya menerima siswa-siswi baru berjumlah 200 anak. Aktifitas belajar mengajar juga telah berjalan.

"Untuk siswa didik baru berjumlah 200 lebih. Angka pastinya saya kurang paham ada distaf saya rekapnya termasuk jumlah siswa laki-laki dan perempuannya. Begitu juga aktifitas belajar mengajar juga telah berjalan," sambungnya.

Pihaknya juga menyampaikan pendapatnya akan dunia pendidikan dinilai tidak efektif bila semua digratiskan. Menurutnya, harus ada pemikiran bersama atau ada tanggung jawab bersama baik wali murid untuk bersama membangun pendidikan. Meski tidak memungkiri bahwa sekolahnya juga menerima kucuran dana operasional dari pemerintah. (*)