A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tangani Kemiskinan Ekstrem, Lambar Salurkan Ternak Kambing | Harian Momentum

Tangani Kemiskinan Ekstrem, Lambar Salurkan Ternak Kambing

312 Views
Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Barat Nukman pada pelatihan lapang bagi warga penerima bantuan ternak kambing.

MOMENTUM, Waytenong --  Untuk menanggulangi kemiskinan ekstrem dan stunting, Pemkab Lampung Barat memberikan kambing ternak sekaligus pelatihan pemeliharannya kepada sejumlah warga.

Para calon penerima bantuan dari kalangan warga yang dinilai miskin ekstem, lebih dulu diberikan pelatihan lapang oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung Barat. Kegiatan ini berlangsung di Pekon Tambakjaya, Kecamatan Waytenong, Selasa 25 Juli 2023.

Bantuan yang diberikan kepada tujuh warga Waytenong itu berjumlah 14 ekor kambing. Secara simbolis diserahkan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Lampung Barat Nukman.

Pada kesempatan yang sama, Nukman juga menyerahkan 200 kilogram bibit jahe, 200 saset bibit cabai dan 24. 000 kilo pupuk organik padat kepada 60 masyarakat di Kecamatan Waytenong dan Belalau.

Menurut Nukman, Lampung Barat secara resmi sudah keluar dari daerah tertinggal sejak 2019. "Namun sampai saat ini masih terdapat beberapa daerah yang memiliki masyarat miskin ekstrem yang perlu ditangani secara spesifik dan sistematis," jelasnya.

Selain kemiskinan ekstrem, Lampung Barat juga dihadapkan dengan permasalahan stunting yang perlu dilakukan intervensi penanganan secara sistematis dan terpadu.

Namun, dikatakan Nukman, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tidak akan tinggal diam dalam mengahadapi permasalahan tersebut.

Intervensi penanganan secara sistematis dan terpadu melibatkan beberapa perangkat daerah terkait salah satunya Dinas Perkebunan dan Peternakan.

"Dalam penanganan stunting Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan meluncurkan pengembangan budidaya ternak terpadu berupa ternak kambing," terangnya.

Tujuan utama intervensi ini adalah untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) tentang budidaya Intercropping pada lahan tanaman kopi melalui sekolah lapang," kata dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Lampung Barat Yudha Setiawan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah menurunkan kemiskinan ekstrem dan stunting.

Kegiatan pelatihan lapang ke depan akan terus dilakukan terutama di lima lokasi penuntasan kemiskinan ekstrem di Lampung Barat yakni Kecamatan Waytenong, Belalau, Balikbukit, Bandarnegeri Suoh dan Suoh. (*)