A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

KIS Persembahkan Satu Emas dan Satu Perak untuk KORMI Lampung | Harian Momentum

KIS Persembahkan Satu Emas dan Satu Perak untuk KORMI Lampung

533 Views
Pegiat inorga KIS Lampung merebut medali emas Fornas VII

MOMENTUM, Bandung--Pencapaian pegiat/atlet inorga (induk olahraga) KIS (Komunitas Indonesia Skateboard) Provinsi Lampung pada gelaran Fornas (Festival Olahraga Masyarakat Nasional) VII di Bandung, Jawa Barat, sangat-sangat patut diapresiasi.

Tercatat sejak Fornas V di Banjarmasin dan Fornas VI di Palembang pegiat inorga KIS Lampung selalu menyumbang satu medali emas. Teranyar pada Fornas VII di Jawa Barat, satu emas dan satu perak kembali disumbangkan untuk kontingen KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Provinsi Lampung.

Satu medali emas dari inorga KIS itu didapat dari nomor best trick rail atas nama Tino Andrean Putra, medali perak diraih atlet Jawa Timur dan medali perunggu direbut atlet Papua.

Sedangkan satu medali perak inorga KIS Lampung disumbangkan Raka Anas Maulana dari nomor best trick quarter.

"Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan seluruh kontingen dan masyarakat Lampung, kami bisa menyumbang satu emas dan satu perak di Fornas VII ini," kata ofisial inorga KIS Lampung Ade Noveiza, Kamis (6-7-2023).

Dia berharap, pencapaian tersebut tidak hanya menjadi motivasi dan kebanggan sesaat bagi para atlet. Lebih dari itu, bisa menjadi perhatian khusus pihak-pihak terkait untuk lebih memberikan perhatian terhadap program pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

"Memang dalam tiga kali Fornas ini, kami masih bisa menyumbang medali. Namun, persaingan tentu semakin ketat. Contohnya di Fornas VII ini, peserta inorga KIS makin banyak, ada 29 provinsi dengan lebih dari dua ratus atlet," ungkapnya.

"Satu emas dan satu perak yang kita raih sepertinya terlihat luar biasa. Padahal, kalau saja kita punya sarana latihan yang memadai, harusnya kita bisa dapat lebih dari itu," terangnya.

Menurut dia, sarana latihan yang selama ini digunakan masih kurang memadai untuk mengoptimalkan dan mengefektifkan upaya pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.

"Kami berlatih secara mandiri,  tidak ada pelatih juga. Jadi teknik dan trick-trick permainan didapat dari medsos atau youtube," ungkapnya.

Dia berharap, kedepan pihak terkait dapat lebih memberikan perhatian terhadap upaya pembinaan dan peningkatan prestasi atlet. (**)