A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Bangga Jadi Jurnalis | Harian Momentum

Bangga Jadi Jurnalis

609 Views
Ardhi Munthe, Wartawan Harian Momentum

MOMENTUM-- Tulisan ini aku awali dengan kalimat "bangga jadi jurnalis". Kenapa begitu? karena profesi ini menurutku begitu menyenangkan dan penuh tantangan.

Lantas kenapa menyebutnya harus jurnalis, kenapa tidak disebut wartawan saja. Sebenarnya dua kata itu punya arti dan makna yang sama.

Wartawan atau jurnalis adalah orang yang melakukan kegiatan atau tugas-tugas jurnalistik, untuk disiarkan melalui media massa secara terus menerus (rutin).

Bicara kenapa aku lebih senang menyebut profesi ini sebagai seorang jurnalis, ya karena alasannya keren aja.

Kalau wartawan sedikit lebih kurang nyaman aja sih. Ada stigma di dalam masyarakat wartawan itu buruk.

Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah di kecamatan Blambangan Umpu, Waykanan, banyak yang membenci wartawan. Sering dianggap layaknya preman elit. Suka memeras lah dan lain sebagainya.

Tidak bisa dipungkiri sih, ya memang ada oknum punya kelakuan yang kurang terpuji seperti itu. Padahal, jika tahu syarat jadi wartawan, tapi wartawan yang sebenarnya itu tidaklah mudah. Banyak tahapan yang harus dilalui.

Sedikit contoh, menjadi wartawan yang disebut kompeten itu, iya paling tidak mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Meskipun wartawan tidak diwajibkan mengikuti UKW, tapi proses itu salah satu cara untuk membedakan dengan oknum yang mengaku sebagai wartawan.

Kemarin, pada Sabtu 24 Juni 2023, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung, menggelar pendidikan dan pelatihan (Diklat) penguatan kompetensi wartawan muda.

Acara yang diikuti hampir 100 orang wartawan itu berasal dari berbagai kabupaten kota di Lampung. Aku belajar banyak hal, mulai dari kode etik jurnalistik, dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita sampai mengenal dan memahami foto jurnalisme.

Pada kesempatan itu, banyak pelajaran yang bisa dipetik untuk diterapkan bagaimana menjalani profesi ini ketika di lapangan.

Aku juga mendapat ilmu bagaimana menjaga adab dan etika menjadi seorang wartawan. 

Harapan aku, semoga stigma masyarakat yang ada pada profesi ini tidak lagi melekat, semoga terus bermunculan seorang jurnalis yang penuh tanggungjawab dan paham akan aturan yang berlaku.

Sebab, tanpa disadari dari seorang jurnalis lah masyarakat bisa tahu suatu peristiwa atau kejadian berupa fakta dan aktual. Tabik pun. (*)