A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jelang Puncak Haji, Jemaah Asal Lampung Diingatkan Jaga Stamina | Harian Momentum

Jelang Puncak Haji, Jemaah Asal Lampung Diingatkan Jaga Stamina

2907 Views
H.Purna Irawan, S.Ag, Pembimbing Jemaah Haji Kloter 49 JKG memberikan bimbingan.

MOMENTUM, Mekkah--Jemaah haji asal Provinsi Lampung dari kelompok terbang (Kloter) 49 JKG diingatkan menjaga stamina. Apalagi menjelang puncak haji.

"Puncak haji mulai 8 Dzulhijjah yang diperkirakan akan jatuh pada 26 Juni 2023, jaga fisik jangan terlalu semangat, kita belum melakukan pelaksaan haji," ujar H Purna Irawan SAg, pembimbing haji kloter 49-JKG, di hotel Al Kiswah, Sabtu (17-6-2023).

Untuk itu, perlu disiapkan kebutuhan yang menunjang kebaikan ibadah haji kita. "Pertama mandi sunnah ihram, melaksanakan sunah, mengenakan pakain ihram, sekaligus berniat haji," kata Purna.

Dia juga menyebutkan, prosesi haji tidak lama hanya satu minggu yang dimulai tanggal 8, 9 dan 10 Dzulhijjah.


Kegiatan pembinaan jemaah haji asal Lampung yang dipimpin Ketua Kloter 49 JKG, Miftahuddin.

Kegiatan yang diadakan di hotel Al Kiswah itu untuk menciptakan rasa kebersamaan guna mewujudkan kesempurnaan haji, sehingga menjadi haji mambrur.

"Haji yang sempurna, rukun, wajib dan sempurna supaya menjadi haji mambrur," tegas Purna.

Untuk itu, luruskan niat dan banyak mohon ampun kepada Allah. Banyak salat taubat, dan perbanyak Istighfar. 

"Khususnya tanggal 9 Dzulhijjah yang jadi puncak haji, jangan berbuat maksiat dan jaga bicara. Jangan sampai jidal alias bertengkar, hati hati jangan sampai bertengkar," ujar dia.

Selanjutnya, pemberangatan akan diangkut 21 bus sehingga harus disiplin dan mengikut arahan ketua kloter.

Dia juga mengingatkan jemaah membawa tas gendong atau koper kecil untuk keperluan selama di Arafah dan Mina. "Pakaian ganti jangan terlalu banyak paling banyak bawa dua pakaian. Bawa juga alas tempat duduk atau tidur, sajadah atau tikar kecil," pesan Purna.

Nanti, saat di Arafah pada 9, 10 Dzulhijjah para jemaah akan tidur di tenda sehingga harus disiapkan tisik (kain).

Setelah pelaksanaan wukuf di Arafah hingga terbenamnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah, seluruh jemaah haji akan mulai bergerak menuju Muzdalifah untuk Mabit hingga tengah malam.

Di Muzdalifah jemaah haji mengambil batu kerikil untuk melontar jumrah saat Mabit di Mina. "Perkiraan jemaah akan sampai di Mina pada tanggal 11 dan 12 Dzulhijah," kata dia.

Kegiatan pembinaan itu dipimpin Ketua Kloter 49 JKG, Miftahuddin didampinggi tim medis dua dokter satu perawat dan PHD.(**)