A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Masuk Nominasi AK PWI, Dendi Kenalkan Sulam Jelujur Pesawaran | Harian Momentum

Masuk Nominasi AK PWI, Dendi Kenalkan Sulam Jelujur Pesawaran

1751 Views
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat mempresentasikan alias mengenalkan sulam jelujur di Kantor PWI Pusat. Foto: IST

MOMENTUM, Jakarta--Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona masuk dalam nominasi Anugerah Kebudayaan (AK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat tahun 2023 bersama sembilan kepala daerah di Indonesia.

Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari mengatakan, masuknya sembilan nama kepala daerah dalam nominasi itu, merupakan bentuk apresiasi dari organisasi profesi pers tertua di Indonesia tersebut.

"Karena, dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Medan, Sumatera Utara, PWI ingin mengapresiasi sosok bupati/walikota yang sukses menginovasi pangan, sandang dan papan berbasis kearifan lokal," kata Atal, di Kantor PWI Pusat, Jakarta, Selasa (3-1-2023).

Sebab, sebagai bangsa yang besar PWI menginginkan Indonesia secara serius dalam melaksanakan swasembada pangan. Sehingga tidak bergantung pada hasil impor. 

"Tentunya, ada kepala daerah yang sukses menginovasi pangan berbasis kearifan lokal. Begitu juga sandang, adanya sentuhan inovasi kebudayaan. Jadi pakaiannya, tidak hanya sekedar menutup aurat," jelasnya.

Sedangkan papan, yakni tempat tinggal. Kepala daerah sukses menginovasi langgam alias gaya arsitekturnya yang selaras dengan alam.

"Sehingga kepala daerah yang mempunya visi kebudayaan perlu diapresiasi, lantaran telah sukses menjadi aktor penting dalam hal menginovasi ketiga hal tersebut ke dalam kearifan lokal," terangnya.

Ketua Pelaksana AK PWI Yusuf Susilo Hartono menambahkan, pada anugerah kebudayaan kali ini terdapat sepuluh kepala daerah yang maju pada babak presentasi di Jakarta.

"Dari 20 bupati/walikota yang mendaftarakan diri, setelah diseleksi hanya sepuluh yang lolos guna mempresentasikan atau mengenalkan inovasi kebudayaannya," kata Yusuf.

Dia menyebutkan, sepulu kepala daerah itu bakal memperebutkan Trofi Abyakta yang akan diserahkan pada perayaan HPN 2023 di Medan.

"Penghargaan Trofi Abyakta akan diserahkan pada perayaan HPN di Medan, yang selalu dihadiri presiden, menteri dan para duta besar serta tokoh pers," sebutnya.

Sementara, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona merasa bersyukur, lantaran dirinya menjadi satu satunya kepala daerah yang mewakili Provinsi Lampung guna mempresentasikan inovasi kearifan lokal di hadapan Ketua PWI Pusat serta sejumlah budayawan nasional.

"Alhamdulillah, saya mewakili Provinsi Lampung mempresentasikan sulam jelujur Pesawaran di Kantor PWI Pusat," kata Dendi. 

Dia optimis, melalui presentasi sulam jelujur tersebut, dapat meraih Trofi Abyakta guna dipersembahkan kepada masyarakat Pesawaran.

"Khususnya masyarakat Bumi Andan Jejama yang telah berusaha melestarikan kebudayaan, melalui kerajinan tenun sulam jelujur," tuturnya.

Berikut sepuluh kepala daerah yang lolos untuk menyampaikan presentasi kebudayaan pada Anugerah Kebudayaan PWI Pusat tahun 2023: 

1. Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona

2. Walikota Medan, Bobby Nasution

3. Bupati Malang, M. Sanusi

4. Bupati Indragiri Hilir, Muhammad Wardan

5. Walikota Surabaya, Eri Cahyadi

6. Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo

7. Bupati Kuningan, Acep Purnama

8. Bupati Agam, Andri Warman

9. Bupati Serdangbedagai, Darma Wijaya

10. Bupati Halmahera Selatan, Usman Sidik. (**)