A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Kasus Pengeroyokan Wasit, PSSI dan KONI Metro Minta Maaf | Harian Momentum

Kasus Pengeroyokan Wasit, PSSI dan KONI Metro Minta Maaf

641 Views
Sekretaris KONI Kota Metro Arif Budi Sulistyo

MOMENTUM, Metro--Pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Metro memohon maaf atas insiden pengeroyokan yang dilakukan pemain dan official tim sepakbola Kota Metro terhadap wasit di ajang Porprov IX Lampung. 

Permohonan maaf itu disampaikan Ketua Askot PSSI Metro Lystiawan. Dia sangat prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut.

"Saya kaget dan prihatin atas kejadian itu. Seharusnya pemain, official dan penonton bisa menahan diri tidak terpancing emosi. Saya mewakili pengurus Askot Metro mohon maaf atas kejadian itu. Kedepan jangan pernah terulang lagi," kata Lystiawan.

Penyesalan atas kejadian tersebut juga disampaikan Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia  (KONI) Kota Metro Arif Budi Sulistyo. Pihanya menerima apa pun keputusan dan sanksi  yang diberikan Asporv PSSI Lampung kepada tim sepak bola Kota Metro terkait insiden pengeroyokan tersebut. 

"Kita mendapatkan sanksi disiplin. Ya, kita ikut aturan apa yang menjadi keputusan. Karena itu, fakta di lapangan," kata  Arif.

Baca juga: Pemain dan Official Keroyok Wasit

Menurut dia, saat insiden pengeroyokan terjadi, jajaran KONI Metro sedang tidak berada di lokasi.

"Laporan sudah masuk, menurut teman-teman di lapangan wasit-nya itu berat sebelah. Sehingga, atlet sepakbola kita terpancing dan terprovokasi. lalu sedikit berbuat keras terhadap wasit,"  ungkapnya.  

Dia mengimbau, seluruh atlet dan official cabang olahraga, tidak mudah terpancing dengan hal-hal berbau konteravesi saat pertandingan berlangsung.

"Ruhnya olahraga itu sportivitas, jadi jangan mudah terpancing dengan keputusan yang kita nilai tidak adil.  Ikuti aturan, termasuk dalam melakukan protes," imbaunya. (**)