A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Kepala BKKBN Resmikan Gedung Budaya Lambar | Harian Momentum

Kepala BKKBN Resmikan Gedung Budaya Lambar

896 Views
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Anggota DPR RI Mukhlis Basri pada peresmikan Gedung Budaya atau Lamban Pancasila.

MOMENTUM, Liwa -- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo meresmikan Gedung Budaya Lampung Barat yang diberi nama Lamban Pancasila, Kamis 24 November 2022.

Peresmikan gedung yang terletak di komplek Pemkab Lambar itu, ditandai dengan pemukulan gamolan pekhing oleh Hasto. Bersama Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Karjono, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi Agus Widiatmoko.

Dihadiri, Anggota DPR RI Mukhlis Basri, Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Saiful Darmawan, Bupati dan Wakil Bupati Lambar,  Parosil Mabsus - Mad Hasnurin, serta para saibatin sultan Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak

Parosil Mabsus mengatakan masyarakat Lampung Barat memiliki kemajemukan mulai dari adat istiadat, suku hingga agama. Lamban Pancasila dibangun sebagai tempat untuk melestarikan adat istiadat yang ada di Lambar.

"Lamban Pancasila ini maknanya adalah rumah, lamban ini penyebutan kearifan lokal, esensinya untuk menyatukan keberagaman kebudayaan yang ada di Lampung Barat," ujar Parosil.

Parosil menuturkan, jika keberagaman dan kemajemukan di Lampung Barat saat ini sangat stabil, masyarakatnya sangat toleransi dan saling menghargai, sehingga tidak konflik yang terjadi.

Apalagi hal itu didukung dengan empat kerajaan (kepaksian) Sekala Bekhak dan Marga Liwa yang sampai saat ini masih menjaga kekentalan adat dan budaya yang dimiliki.

Oleh karenanya, selain tempat pelestarian budaya dan adat istiadat, Lamban Pancasila itu menjadi simbol dari empat kepaksian tersebut yang sampai saat ini mampu menghargai perbedaan dalam satu kesatuan.

Oleh karena itu, Pemkab Lampung Barat berkewajiban membangun Lamban Pancasila sebagai simbol yang masyarakatnya mampu menghargai perbedaan.

Parosil meminta Lamban Pancasila itu dimanfaatkan dalam wadah persatuan kebhinekaan atau yang berarti "berbeda-beda tetapi tetap satu".

"Tidak boleh ada orang mempertanyakan terkait Pancasila. Pancasila ini harga mati, harus kita jaga selalu," cetusnya.

Menurut Parosil, pembangunan Lamban Budaya tersebut merupakan kado menjelang kepemimpinan bersama Mad Hasnurin yang brakhir pada 11 Desember 2022.

Sementara itu Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengapresiasi kinerja Pemkab Lambar yang peduli terhadap adat istiadat kebudayaan. Dengan dibangunnya Lamban Pancasila sebagai tempat pelestarian adat istiadat dan kebudayaan yang dimiliki.

Menurut Hasto, pembangunan Lamban Budaya itu merupakan langkah konkrit bukti nyata dalam upaya mempertahankan ideologi Pancasila.

Sebab, dengan adanya pelestarian adat budaya di dalamnya dapat memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Lamban Pancasila ini adalah upaya mempertahankan ideologi Pancasila, ini langkah konkrit nyata," ujarnya.

"Lamban Pancasila ini merupakan implementasi dalam pengamalan Pancasila dan kebudayaan ke depan," katanya. (*).