A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pemkab Lambar Lakukan Himpun Adat | Harian Momentum

Pemkab Lambar Lakukan Himpun Adat

561 Views
Pemkab Lampung Barat lakukan himpun adat bersama Marga Liwa dan empat Kepaksian Sekala Bekhak.

MOMENTUM, Liwa -- Pemkab Lampung Barat (Lambar) menggelar Himpun Adat Sai Batin Paksi atau dikenal dengan Musyawarah Agung bersama empat kerajaan adat Paksi Pak Sekala Bekhak dan masyarakat adat Marga Liwa yang ada di Lambar.

Empat kerajaan (kepaksian) tersebut: Kepaksian Pernong, Kepaksian Buay Bejalan Diway, Kepaksian Buay Belunguh dan Kepaksian Nyerupa.

Himpun adat merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun oleh Pemkab Lambar dengan para tokoh adat Lampung untuk melestarikan budaya dan adat istiadat setempat.

Kegiatan itu berlangsung di lamban (rumah) dinas bupati Lambar di komplek Kebun Raya Liwa (KRL) Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balikbukit, Rabu (23-11-2022). Dihadiri empat Sultan Kerajaan Paksi Pak Sekala Bekhak serta masyarakat adat Marga Liwa.

Keempat sultan kepaksian ini di antaranya, SPBD Edward Syah Pernong yang diwakili anak sembahan Kurniawan Widyatmoko dari Kepaksian Pernong.

Kemudian, SPBD Selayar Akbar Puspa Negara Sultan Sekala Bekhak ke-XX Sultan Jaya Kesuma ke-IV dari Kepaksian Bejalan Diway; SPBD Yanuar Firmansyah Sultan Junjungan Sakti dari Kepaksian Buay Belunguh; dan SPBD Salman Parsi Sultan Piekulun Jayadiningrat dari Kepaksian Nyerupa.

Sementara dari Pemkab Lampung Barat, dihadiri Bupati Parosil Mabsus dan wakilnya, Mad Hasnurin,  sejumlah kepala perangkat daerah dan camat.

Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Lambar Edi Novial, Ketua TP-PKK Lambar Partinia Parosil Mabsus, Ketua GOW serta perwakilan instansi vertikal lainnya.

Pada kesempatan itu, Parosil mengucapkan terima kasih kepada empat kepaksian Sekala Bekhak serta masyarakat adat Marga Liwa yang masih menjaga adat istiadat yang dimiliki Lambar.

Dengan adat istiadat yang terjaga, berdampak pada keharmonisan antarbudaya dan antar suku yang ada di Lambar. "Keberagaman yang saling menghormati, menghargai, memberi spirit serta dukungan, yang masing-masing kepaksian dan Marga Liwa saling mengawasi," ujar Parosil.

Sebagai bentuk apresiasi, Parosil meminta pelestarian adat istiadat di Lampung Barat didukung dan dibantu dengan anggaran melalui APBD.

Keberagaman dan kekayaan adat istiadat di Lampung Barat dapat menjadi contoh serta menjadi kebanggaan yang dimiliki Provinsi Lampung. Terlebih, ke depan diharapkan dapat menjadi contoh di tingkat nasional.

Parosil menyatakan, fungsi adat ialah untuk membentuk karakter masyarkat yang ditujukan untuk saling memayungi, mengayomi dan melindungi seluruh golongan.

Peran penting adat istiadat, yang menjadikan alasan Pemkab Lambar membangun Gedung Budaya dengan nama "Lamban Pancasila" yang selesai dibangun pada 2022.

Arsitektur bangunan Lamban Pancasila mengadopsi unsur empat kepaksian yang akan menjadi kebanggaan Lampung Barat.

"Lamban Pancasila menjadi simbol bahwa empat kepaksian mampu mengayomi masyarakat yang berdomisili ataupun yang bekerja di Lampung Barat," kata Parosil. (*)