A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

BIN dan LPM Pringsewu Gelar Vaksinasi Covid-19 | Harian Momentum

BIN dan LPM Pringsewu Gelar Vaksinasi Covid-19

680 Views
Badan Intelijen Negara (BIN) berkerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Pringsewu menggelar vaksinasi ke-1, 2 dan booster.

MOMENTUM, Pringsewu -- Badan Intelijen Negara (BIN) berkerjasama dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kabupaten Pringsewu menggelar vaksinasi Covid-19 tahap satu, dua dan booster.

Kegiata berlangsung di kediaman Ketua Umum LPM Fauzi di Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu, Kamis 21 Juli 2022.

Fauzi mengatakan, vaksinasi yang dilaksanakan LPM bersama BIN tersebut untuk membantu pencapaian program vaksinasi secara maksimal."Kita tawaran bagi masyarakat yang belum vaksin Covid-19, supaya segera di vaksinasi baik ke-1, dan booster," ajaknya.

Dia menuturkan, kegiatan kali ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-22 LPM tahun 2022. "Kegiatan vaksinasi ini, karena LPM juga bagian dari masyarakat maka ikut peduli dengan masyarakat agar dapat hidup sehat,"ucapnya.

Fauzi menambahkan, untuk target vaksinasi sekitar 100 orang. "Kami sediakan vaksinasi untuk 200 orang. Sampai pukul 11.30 sudah sekitar 90 orang. Semoga vaksinasi bisa tercapai sampai 100 orang," katanya.
 
Sementara itu Kabinda Lampung Harseno mengatakan bahwa saat ini sudah muncul varian baru dari Covid-19 yakni Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia, sedangkan di Provinsi Lampung belum ditemukan.

Meskipun para ahli kesehatan menerangkan jika varian baru tersebut tidak memiliki bahaya seperti varian sebelumnya, Binda Lampung tetap mengantisipasi munculnya varian lain yang lebih berbahaya.

"Maka Hal ini mendorong Binda Lampung untuk menggencarkan vaksinasi terutama pada vaksin ketiga (booster) yang capaian masih rendah di Provinsi Lampung,"terangnya..

Harseno memaparkan, pemerintah telah melonggarkan penggunaan masker saat berada di luar terbuka yang tidak ramai, tetapi vaksinasi terus dilakukan agar kualitas kekebalan komunal masyarakat semakin meningkat. Terbukti untuk Provinsi Lampung sudah mencapai yaitu vaksin kedua sebesar 72,59 persen. Namun vaksin ketiga masih 13,16 persen.

"Untuk itu kita kejar capaian vaksinasi ketiga, sehingga proses transisi pandemi ke endemi dapat berjalan sesuai dengan harapan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman dan aman di masa kehidupan semakin mendekati normal saat ini,”ujarnya.

Harseno juga mengharapkan kesadaran masyarakat di Provinsi Lampung bahwa untuk vaksinasi hingga dosis ketiga."Hal ini sangatlah penting, sebagai penguatan kekebalan imunitas masyarakat serta tetap menerapkan protokol kesehatan. Setidaknya dengan memakai masker dan mencuci tangan,”imbuhnya. (*)