A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tak Dapat Pinjaman Uang, KM Gantung Diri di Pohon Rambutan | Harian Momentum

Tak Dapat Pinjaman Uang, KM Gantung Diri di Pohon Rambutan

442 Views
ilustrasi. Ist.

MOMENTUM, Banjaragung -- Polsek Banjaragung, Tulangbawang, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) peristiwa penemuan sesosok mayat pria yang meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon rambutan.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (01-06-2022), pukul 00.15 WIB, di Kampung Penawarjaya, Kecamatan Banjarargo.

"Identitas korban berinisial KM (40), berprofesi wiraswasta, warga Kampung Agungjaya, Kecamatan Banjarmargo," kata Kapolsek Banjaragung, AKP M Taufiq, mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Hujra Soumena.

Hasil olah TKP, lanjut Taufiq, peristiwa itu merupakan murni bunuh diri. Berdasarkan pemeriksaan fisik terhadap tubuh korban yang dilakukan oleh petugas medis Puskesmas Penawarjaya, penyebab korban meninggal dunia akibat luka jerat di leher.

Kapolsek menjelaskan,

Menurut keterangan saksi berinisial AW (22), berprofesi tani, warga Penawarjaya, yang merupakan adik ipar korban, kata Taufiq, pada Selasa (31-05-2022) pukul 19.30 WIB, korban datang ke rumah mertuanya meminjam uang sebesar Rp5 juta untuk tambahan modal usaha vulkanisir ban. Namun, tidak diberikan oleh mertuanya.

Pukul 22.10 WIB, korban keluar rumah dengan alasan untuk mencari sinyal yang kemudian diikuti oleh saksi secara diam-diam. Korban menelpon seseorang dengan menggunakan bahasa Ogan yang tidak dimengerti oleh saksi. Lalu saksi masuk rumah dan tidur.

Saksi kemudian dibangunkan oleh istrinya pada Rabu (01-06-2022) pukul 00.13 WIB, karena korban belum kembali ke rumah. Saksi lalu meminta ditemani oleh temannya berinisial GN als GR (49), berprofesi pedagang, warga Kampung Penawarjaya.

Mereka lalu mencari korban ke bagian belakang rumah dan menemukan korban sudah dalam meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon rambutan menggunakan tali tambang warna hijau. Saksi lalu memberitahukan peristiwa tersebut kepada warga, jelasnya.

Petugas yang mendapatkan informasi peristiwa bunuh diri, menuju TKP. Setelah tiba di TKP bersama dengan warga menurunkan korban dan membawanya ke rumah mertua korban.

"Hasil pemeriksaan terhadap para saksi dan pihak keluarga, penyebab korban nekat melakukan bunuh diri karena terlilit hutang kepada banyak orang," imbuh Kapolsek.

Pihak keluarga juga telah membuat surat pernyataan kepada petugas yang isinya menolak untuk dilakukan autopsi dan telah menerima peristiwa ini sebagai sebuah musibah. (*)