A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

PPNI Targetkan 1 Desa Satu Perawat | Harian Momentum

PPNI Targetkan 1 Desa Satu Perawat

510 Views
Prosesi pelantikan DPW PPNI Lampung

MOMENTUM, Bandarlampung--Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Lampung menargetkan terwujudnya satu desa satu perawat.

Program tersebut guna membantu masyarakat desa yang membutuhkan pertolongan.

Hal itu disampaikan Ketua DPW PPNI Provinsi Lampung Puji Saptono saat diwawancarai, Kamis (31-3-2022).

Menurut Puji, baru ada kabupaten/kota di Lampung yang sudah melaksanakan program satu desa satu perawat.

"Seperti Kabupaten Lampung Selatan, Metro dan Lampung Barat. Kalau untuk Bandarlampung sudah lebih dari satu," kata Puji.

Karena itu, dia berharap, program tersebut dapat berjalan maksimal di Provinsi Lampung.

"Kita mendapatkan dukungan dari pak gubernur, beliau akan meminta kepada bupati/walikota untuk dapat menindaklanjuti program tersebut dengan memaksimalkan anggaran yang ada," jelasnya.

Sementara, Gubernur Arinal Djunaidi berharap, PPNI dan pemerintah bisa saling bersinergi dalam membangun kesehatan masyarakat Lampung.

Apalagi, gubernur menyebut, perawat merupakan tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar di Indonesia, dengan persentasenya mencapai 60 persen.

"Melihat trennya, jumlah perawat di dalam negeri cenderung meningkat selama lima tahun terakhir. Jumlah yang sangat potensial untuk mengisi kebutuhan di dalam atau luar negeri," sebutnya. 

Karena itu, perawat melalui pendekatan keluarga diharapkan aktif mendatangi masyarakat sehat guna melakukan upaya pencegahan yakni gerakan pencegahan munculnya berbagai penyakit. 

"Keberadaan yang lebih dekat dengan masyarakat merupakan upaya promotif-preventif untuk pencegahan dan penanggulangan penyakit pada masyarakat," jelasnya.

Arinal juga menyatakan, pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan bagi perawat saat menjalankan tugas, memberikan perhatian yang bekerja di fasilitas kesehatan masyarakat. Terutama yang bertugas di daerah terpencil, kepulauan terluar, perbatasan atau daerah rawan konflik. 

"Melalui momentum ini, saya berharap para perawat untuk tetap memelihara komitmen yang tinggi dan membangun kerjasama antara tenaga kesehatan," terangnya. (**)