A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Kotabumi Melambung | Harian Momentum

Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Kotabumi Melambung

648 Views
Pedagang sayuran di Pasar Pagi Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara

MOMENTUM, Kotabumi--Menjelang bulan Ramadhan, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mulai mengalami kenaikan.

Pantauan Harianmomentum di Pasar Pagi Kotabumi, beberapa komoditi bahan kebutuhan pokok yang mulai mengalami kenaikan harga: cabai, gula pasir dan beberapa jenis sayur-sayuran.

"Cabai merah sekarang Rp45 perkilogram. Sebelumnya masih dikisaran Rp20 ribu. Cabai rawit juga naik jadi Rp45 ribu perkilogram, sebelunnya Rp30 ribu," kata Sri Mulyani (52) pedagan sayuran di Pasar Pagi Kotabumi, Rabu ( 16-3-2022).

Selain itu, lanjut dia, untuk komoditi sayuran, seperti: kentang, wortel dan terong juga mengalami kenaikan harga meskipun tidak terlalu signifikan.

"Kalau bawang memang harganya belum naik. Tapi kabarnya, bakal naik juga minggu-minggu ini karena kan sudah dekat dengan bulan puasa (Ramadhan)," ungkapnya.

Hal senda disampaikan Karmin pedang sembako di pasar tersebut. Menurut dia, harga gula pasir juga mulai merambat naik di kisaran Rp13 ribu hingga 14 ribu perkilogram.

"Yang paling bikin pusing minyak goreng, kami masih sulit mendapatkan pasokan. Padahal, katanya pemerintah sudah menjamin stoknya aman. Buktinya sekarang tetap saja susah," keluhnya.

"Tadi saya hanya dapat kiriman dua dus minyak goreng. Modalnya saja sudah Rp200 ribu perdus. Jadi terpaksa jual dengan harga diatas yang sudah ditetapkan pemerintah," ungkapnya. (**)