A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Jalan Penghubung Tiga Desa Rusak Parah, Enam Tahun Tak Diperbaiki | Harian Momentum

Jalan Penghubung Tiga Desa Rusak Parah, Enam Tahun Tak Diperbaiki

572 Views
Jalan utama yang menghubungkan tiga desa di Sungkai Utara, Lampung Utara, kondisinya rusak parah.

MOMENTUM, Sungkai Utara -- Warga desa Padangratu, Lampung Utara, mengeluhkan infrastruktur jalan penghubung tiga desa yang kondisinya rusak parah.

Hampir sepanjang jalan tersebut terdapat lubang yang berukuran cukup lebar dan dalam. Bahkan, di beberapa tempat, kerusakannya lebih dari separuh lebar badan jalan. Setiap hujan, jalan berubah menjadi genangan air.

Hampir enam tahun jalan penghubung yang masuk dalam wilayah Kecamatan Sungkai Utara belum pernah tersentuh pembangunan.

Pantauan harianmomentum.com di lokasi pada Rabu (16-3-2022), pengendara tampak kesulitan saat melinas jalan tersebut. Pengguna sepeda motor, harus waspada. Banyak genangan air yang menyamarkan lubang-lubang lebar dan dalam.

Menurut salah satu pengendara yang melintas, Anita (28), warga Padangratu, sudah banyak yang korban jatuh akibat jalan rusak tersebut.

Dia menyebut seorang ibu membonceng anaknya terjatuh dan luka ringan. Anak sekolah yang terpaksa putar balik dikarenakan seragamnya kotor karena tergelincir di jalan tersebut.

"Pas itu ibu-ibu sama anaknya jatuh, lecet-lecet semua anak dan ibunya. Juga, tetangga saya anak SMP yang berangkat sekolah jatuh kejebak lobang yang ada air, baju sekolahnya basah kuyup kena air genangan. Terpaksa pulang lagi ganti baju," ujarnya di lokasi.

Terpisah, Kepala Desa Padangratu, Edi Johan membenarkan hal itu. Jalan penghubung beberapa desa tersebut telah lama rusak. Ia memperkirakan sejak tahun 2016 hingga saat ini jalan tersebut belum tersentuh pembangunan maupun perbaikan.

Ia berharap Pemkab Lampura dapat segera memperbaiki jalan tersebut. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses bagi warga tiga desa, Padangratu, Negerisakti, dan Negeriratu Kecamatan Sungkai Utara.

"Kami berharap Pemkab melalui dinas terkait dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan di wiayah kami. Khususnya Jalan Taruna yang kondisinya sangat memprihatikan," katanya. (*).