A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Gandeng Napi, Lapas Kotabumi Bangun Panggung Hiburan Rakyat | Harian Momentum

Gandeng Napi, Lapas Kotabumi Bangun Panggung Hiburan Rakyat

671 Views
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabumi, Endang Lintang Hardiman (tengah).

MOMENTUM, Kotabumi--Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabumi Kabupaten Lampung Utara (Lampura) membangun sarana Panggung Hiburan Rakyat bagi masyarakat setempat. Panggung hiburan rakyat ini dibangun di taman Tugu Payan Mas Kotabumi dengan kerjasama bersama narapidana Lapas tersebut.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kotabumi, Endang Lintang Hardiman mengatakan dalam pengerjaan pembangunan panggung rakyat itu merjunkan kurang lebih 15 orang warga binaan.

“Ada 15 orang warga binaan kita turunkan untuk membantu membangun panggung hiburan rakyat ini,” kata Kalapas, Endang Lintang Hardiman, Selasa (15-3-2022).

Endang menambahkan, pembangunan panggung terus dikebut. Bahkan pria paruh baya itu menargetkan malam Minggu (Sabtu malam.red) yang akan datang panggung hiburan ini dapat digunakan oleh warga Kotabumi.

“Pembangunannya kita kebut, mudah-mudahan malam Minggu ini bisa kita gunakan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Endang mengatakan yang menjadi dasar pembangunan di Kabupaten Lampung Utara ini adalah untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Lapas bukanlah suatu tempat yang tertutup, menakutkan dan tempat yang tidak ramah.

Selain itu, pihaknya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa Lapas merupakan tempat yang terbuka bagi publik.

“Sekarang ini “Lapas go public”, jadi Lapas menyentuh langsung kepada masyarakat dan pemerintah daerah. Nah, kita lihat bahwa di Lampura ini dibutuhkan penggerak untuk berubah,” ujarnya.

Menurut dia, di Kabupaten Lampung Utara banyak orang cerdas dan pintar, namun tidak dapat mengemenflsikan di lapangan atau dengan sebutan Omdo (Ngomong doang), cerita doang dan, mikir doang.

“Jadi kita mendobrak supaya segala susuatu jangan diukur dengan uang. Nah ketika kita berbicara uang dulu itu bahaya. Ayo kita tunjukan karya kita, kerja kita nanti pasti ada saja orang-orang yang peduli dan akan tersentuh dengan cara memberikan anggaran. Nah Mindset ini yang akan kita buka dan kita rubah,” tukasnya.

Setelah panggung ini selesai, dia berharap kepada seluruh warga Lampung Utara agar apa yang sudah diberikan dan dibangun ini dapat dijaga dengan baik dan dapat dipergunakan dengan sebagaimana mestinya.

“Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Lampung Utara untuk bersama-sama mendorong menbangun Lampung Utara, Jangan hanya bisa mencela, jangan hanya bisa mengkritik, tapi tunjukan bahwa kita ini bisa berbuat apa demi kemajuan kabupaten kita tercinta,” tandasnya.

Sementara itu, Afeng Ferdi salah satu tokoh masyarakat Lampung Utara mengapresiasi Lapas Kelas IIA Kotabumi. "Sebagai warga saya mendukung penuh program Kalapas yakni memasyarakatkan warga binaan," kata dia.

“Saya mengapresiasi semangat gotong-royong Lapas Kotabumi khusunya warga binaan dalam rangka pembangunan panggung hiburan rakyat di taman Tugu Payan Mas ini," tambahnya Walid--sapaan akrabnya--.

Oleh sebab itu, dia juga berharap kepada seluruh masyarakat Lampung Utara agar ikut menjaga kekompakan dan meningkatkan semangat gotong-royong.(**)