A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Aliansi Masyarakat Lampung Utara Tuntut Pencopotan Menteri Agama | Harian Momentum

Aliansi Masyarakat Lampung Utara Tuntut Pencopotan Menteri Agama

665 Views
Aksi demonstrai menuntut pencopotan Menteri Agama, di depan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Utara

MOMENTUM, Kotabumi--Sejumlah organisasi mahasisiwa, kemasyarakatan dan kepemudaan yang tergabung dalam  Aliansi Masyarakat Lampung Utara menggelar aksi demonstrasi damai bela Islam di depan Kantor Kementerian Agama kabupaten setempat, Rabu (9-3-2022).

Aksi yang diawali dengan longmarch (jalan berbaris) dari kawasan Tugu Payan, Kotabumi menuju Kantor Kemenag Lampung Utara itu, menuntut pencopotan Yaqut Cholil Qoumas dari jabatan sebagai Menteri Agama (Menag).

Massa demonstran menuding Menag Yaqut Cholil Qoumas telah melakukan penistaan agama Islam dengan menganalogikan suara adzan dengan gong-gongan anjing.

"Kita menyampaikan tuntutan agar Menteri Agama meminta maaf kepada umat islam. Kemudia, meminta bapak presiden memberhentikan Yakut dari jabatan sebagai Menteri Agama," kata salah seorang demonstran menyampaikan orasi.

Massa juga mengancam akan terus melakukan aksi demonstrasi tersebut, sampai tuntutan mereka dipenuhi. 

Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Lampung Utara dalam aski demonstrasi itu: Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Himpunan Mahasiswa Islam, Pemuda Pancasila, Paku Banten, dan Badan Kontak Majelis Taklim setempat. (**)