A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

RSUAM Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 | Harian Momentum

RSUAM Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19

499 Views
Direktur Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) Lukman Pura saat diwawancarai.// Agung DW

MOMENTUM, Bandarlampung--Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) terus melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus covid-19. 

Direktur RSUAM Lukman Pura mengatakan, salah satu persiapan yang dilakukan adalah penambahan kapasitas tempat tidur. 

"Saat ini kita hanya menyediakan 68 bed baik rawat intensif, sedang dan biasa. Tapi kalau dibutuhkan kita mampu menyiapkan 94 bed lagi dalam waktu 1x24 jam," kata Lukman saat diwawancarai, Selasa (8-2-2022).

Dia menjelaskan, untuk tempat tidur yang dapat digunakan di RSUAM maksimal 250 unit. "Jumlah itu merupakan 30 persen dari total tempat tidur yang kami miliki," ujarnya.

Selain itu, RSUAM juga menyiapkan obat-obatan dan oksigen yang mencapai 20 ton liquid. Terdiri dari 10 ton eksisting, 10 ton bantuan PT Cargill 

"Kami juga meminta dengan aneka gas dan Lampung gas untuk mensuplai secara mendadak jika diperlukan," tuturnya.

Begitu juga SDM kesehatan, dia menyatakan telah siap. Bahkan, relawan covid-19 yang sempat bekerja di RSUAM juga siap diaktifkan kembali jika dibutuhkan.

"Untuk SDM kita siapkan. Walaupun sekarang belum. Karena  pengurangan ruang isolasi, jadi sementara ini SDM kita sebar ke dalam ruangan lain," jelasnya. 

Terlebih, menurut dia, varian omicron memiliki daya penularan enam hingga tujuh kali lebih tinggi dibandingkan varian delta.

"Meskipun penularan tinggi. Namun, gejala yang ditimbulkan memang lebih rendah dari delta," jelasnya.

Meski demikian, dia meminta masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. 

"Tapi yang penting dari semua ini adalah komunikasi publik. Maksudnya, isolasi mandiri tetap harus berkomunikasi dengan petugas kesehatan," terangnya. (*)