A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Dinkes Pesawaran Catat 221 Kasus DBD, Dua Meninggal Selama 2021 | Harian Momentum

Dinkes Pesawaran Catat 221 Kasus DBD, Dua Meninggal Selama 2021

656 Views
Ilustrasi. Waspada penularan DBD.

MOMENTUM, Gedongtataan--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran mencatat sebanyak 221 warga yang terjangkit demam berdarah dengue atau DBD sepanjang 2021, dua diantaranya meninggal dunia, Kamis (13-1-2022).

Kepala Dinkes (Kadiskes) Kabupaten Pesawaran, Media Apriliana mengatakan kasus terbanyak yakni 107 di Kecamatan Gedongtataan dan terendah tiga kasus di Tegineneng. Sementara di Kecamatan Punduhpidada tanpa ada kasus penularan DBD. 

Menurut dia awal Januari 2022 tecatat sebanyak 30 kasus yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti itu. Jumlah tersebut, kata kadiskes, mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya pada bulan yang sama, hanya 13 kasus.

"Sejauh ini sudah kita lakukan upaya pencegahan dalam bentuk imbauan kapada masyarakat melalui 14 puskesmas yang tersebar di sebelas kecamatan," katanya.

Selain penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat, Dinkes Pesawaran juga mengaktifkan tim juru pemantau jentik (Jumantik) hingga ke desa-desa yang bertugas memantau dan mengawasi tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dan tempat berkembang biak jentik.

"Fogging atau pengasapan masih kita lakukan di lokasi yang terdapat warga yang terjangkit DBD, juga kita salurkan obat-obatan pencegah jentik nyamuk seperti bubuk Abate," kata mantan direktur RSUD Lampung Selatan itu.

Apriliana mengingatkan, pentingnya masyarakat menggalakan program tiga M: menguras secara rutin bak mandi, menutup penampungan air rumah tangga, serta mengubur barang bekas guna mencegah genangan air dan menjadi sarang jentik nyamuk.(**)

Baca Juga: Kapoda Lampung Resmikan Gedung Polres Tubaba