A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Tim Anies-Sandi: Jangan Ada Lagi KPPS dan Warga yang Diancam | Harian Momentum

Tim Anies-Sandi: Jangan Ada Lagi KPPS dan Warga yang Diancam

1020 Views
ilustrasi Anies-Sandi. Foto: Google

Harianmomentum--Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 pada 19 April mendatang diharapkan bebas dari ancaman, baik terhadap Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) maupun warga yang memilih.

Oleh karena itu, PKS Jakarta membentuk Tim Kawal Pemilu yang terdiri dari ratusan anggota Korsad, Kepanduan, dan Santika yang berasal dari wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat (Banjabar).

"Kita harus memastikan bahwa tidak boleh ada ancaman pada petugas maupun warga yang mau menggunakan hak suara," kata Ketua Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPW PKS Jakarta, Faqih Munandar dalam rilisnya yang dikutip RMOL.co, Senin (27/3).

Bersama Partai Gerindra, PKS mengusung pasangan calon Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) di Pilkada Jakarta.

Faqih menjelaskan, apel ini sebagai perwujudan rekomendasi Rakornas PKS pada 6-8 Maret 2017 lalu. Salah satu rekomendasi pada Rakornas tersebut di poin lima disebutkan bahwa semua elemen partai harus turut aktif dalam memenangkan Anies-Sandi. 

"BKO sebagai salah satu bidang DPP mengkonsolidasikan diri di wilayah Banjabar, wilayah terdekat DKI Jakarta, kita melakukan apel siaga pengamanan dan pemenangan Anies Sandi," tegasnya.

Faqih menambahkan, konsolidasi BKO se-Banjabar ini diselenggarakan untuk mengakomodasi besarnya kebutuhan personel untuk mengamankan 13.023 TPS se-DKI di pilkada 19 April nanti.

"Di putaran kedua ini, kita belajar dari putaran pertama, bahwa kebutuhan akan pengamanan akan jauh lebih tinggi. Mengingat suhunya meningkat, maka kebutuhan personelnya lebih besar," tukasnya. (Red)