A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Temu Kangen Senior PWI, Jagoan Konyol Tempo Dulu | Harian Momentum

Temu Kangen Senior PWI, Jagoan Konyol Tempo Dulu

811 Views
Ester Yahuda, mantan wartawan Merdeka

MOMENTUM, Bandarlampung--Saat berpisah tahunan lama nya saat terjadi pertemuan pasti banyak mengundang tawa. Karena tegur sapa yang konyol, membuat suasana gembira dan tertawa terbahak bahak.

Nun jauh, di belakang sana, kami adalah wartawan Lampung tahun 1970an hingga 1990an. Namun sampai saat ini masih eksis.

Acara temu kangen yang difasilitasi Supriyadi Alfian, Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Lampung saat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para wartawan senior. Tetapi juga sebagai ajang mengenang masa-masa tempo dulu—saat aktif sebagai wartawan.

Anak muda yang berhasil menjadi Ketua PWI Lampung. Selain orangmya luwes, sopan dan menghargai serta menyayangi para seniornya. 

Supriyadi juga cukup dikenal di PWI Pusat, karena keberhasilannya memimpin PWI Lampung selama dua periode lebih.

Melaksanakan program-program kerja dan membuat suasana adem, damai, merangkul semua golongan, terutama insan yang menjadi pewarta ini.

Dia berhasil menjalani dan melakukan pendidikan untuk para wartawan pemula, serta membangun gedung PWI yg cukup megah lengkap dengan fasilitasnya. 

Bahkan, Balai Wartawan Hi Solfian Akhmad yang berdiri tiga lantai itu disebut-sebut sebagai kantor PWI provinsi termegah di Indonesia.

Dia juga merasa senang, melihat pertemuan para seniornya yang mulai sepuh, tapi masih bertingkah konyol. Berbicara masih dengan cara dan bahasa primitif, seolah-olah kami masih berada di dunia tiga puluh tahun lalu.

Suasana keakraban, rasa kangen, sesuai dengan tema "Temu Kangen Wartawan Senior" betul-betul membuat suasana ramai penuh canda. Rasa kekeluargaan memang terjalin diantara kami wartawan tempo dulu dan ini tidak berubah. Masih seperti dulu.

Dalam pertemuan ini, aku sendiri ceweknya di antara jagoan konyol Tempo Dulu. Walau mereka tak berhenti menggangguku dengan candaan, tapi daku tahu mereka nenyayangi dan menjagaku. Sebagai satu-satunya wanita cantik dari sekian puluh wajah. Bandel dan badung milik mereka . 

Tak ada kata dalam harapan dalam pertemuan ini. Siapapun Ketua PWI Lampung nanti, kelak bisa memberi peluang untuk kami untuk mengadakan temu kangen wartawan senior.

Oke, selamat untuk para junior yang berprestasi dan penuh energik dalam memimpin PWI Lampung kedepan. 

Salam hangat untuk semua pengurus dan anggota PWI Lampung dari aku, yang kebeteluan mantan wartawan Merdeka, Majalah Selecta group, tabloid Aksi, Suara Karya, Buisness Indonesia, ikut nulis di majalah Kartini, Tabloid Wanita Indonesia.

Oleh: Ester Yahuda, Senior PWI Lampung