A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Polisi Segera Panggil Penanggungjawab Aksi Cor Kaki | Harian Momentum

Polisi Segera Panggil Penanggungjawab Aksi Cor Kaki

1100 Views
Ilustrasi Aksi Cor Kaki Tolak Pabrik Semen. Foto: Google

Harianmomentum--Sesuai aturan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), kepolisian dapat mengusut kasus kematian Patmi (48) peserta aksi cor kaki menolak pendirian dan pengopersian pabrik semen di kawasan Pegunungan Kendang, kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Secara yuridis polisi akan menyelidiki kasus tersebut lewat delik umum tanpa harus menunggu laporan.

"Masih kita (penyidik) cek, seperti apa kebenarannya. Saya belum dapat info. Kita tunggu nanti," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono dikutip RMOL.co, Sabtu (25/3).

Menurut dia, penanggung jawab aksi menjadi salah satu pihak yang wajib bertanggungjawab atas insiden tersebut. 

Apalagi, jika hilangnya nyawa Patmi, terjadi karena unsur kelalaian. Sesuai aturan pasal 359 KUHP tentang penyebab kematian karena kelalaian yang dilakukan oleh orang lain.

Terlebih, aksi cor kaki tolak pabrik semen tersebut, sudah terkoordinasi dengan baik oleh penanggung jawab aksi. Namun, penanggung jawab aksi diduga abai terhadap anjuran medis yang kerap disampaikan sebelumnya.

"Kalau dimintai keterangan (ke penanggungjawab aksi) kan bisa. Kalau bisa sesegera mungkin. Nanti, penyidik yang menentukan," tegas Argo.

Diketahui, Patmi meninggal dunia karena mengalami serangan jantung, Selasa (21/3) din ihari. Nyawa warga Tambakromo, Pati, Jawa Tengah itu, tidak tertolong saat akan dibawa menuju RS Sint Carolus Jakarta dari kantor YLBHI.

Sebelumnya, korban diketahui ikut dalam aksi cor kaki di depan Istana Negara untuk menolak pabrik PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah.

Saat itu, sempat ada imbauan dari ahli kesehatan jika mengecor kaki berisiko tinggi dan berdampak buruk pada kesehatan. Namun, penanggungjawab aksi diduga abai dengan imbauan tersebut.(Red)