A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Bupati Tanggamus Panen Raya Bawang Merah di Sumberejo | Harian Momentum

Bupati Tanggamus Panen Raya Bawang Merah di Sumberejo

668 Views
Bupati Hj Dewi Handajani (tengah) saat panen raya bawang merah di Pekon Simpangkanan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus.

MOMENTUM, Sumberjo--Bupati Dewi Handajani menghadiri panen raya bawang merah di Pekon/Desa Simpangkanan Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus, Jumat (10-9-2021).

Kegiatan turut dihadiri Kadis Pertanian catur, Inspektur Ernalia, Camat Suumberjo Pardi, Kakon Simpangkanan Sunaryo, serta beberapa kelompok tani (Poktan) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Dinas Ketahanan, Tanaman pangan dan Hortikultura setempat menerima bantuan kegiatan kampung sayur dan tanaman obat yang bersumber dari dana tugas pembantuan (TP) dari Provinsi Lampung.

Bantuan dengan jenis kegiatan kawasan budidaya bawang merah itu berlokasi di Pekon Simpangkanan Kecamatan Sumberjo yang diperuntukkan dua Poktan yaitu Poktan Bina Karya diketuai Siswanto dan Mekar Jaya Tani dalam pimpinan Widodo.

Bupati Dewi mengatakan, panen bawang merah bersama poktan di Pekon Simpangkanan ini sangat luar biasa, bahkan buahnya sangat besar.

"Mudah mudahan ini merupakan harapan baru untuk para petani bawang khususnya dan juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang jadi salah satu komoditas. Saya berharap kelak bisa dikembangkan menjadi salah satu ikon di Kabupaten Tanggamus," kata bupati yang akrab disapa Bunda Dewi itu.

Bupati melanjutkan, tidak lupa juga kita mengucapkan terima masih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang telah memberikan bantuannya pada Tanggamus khususnya para petani bawang.

"Semoga ini menjadi semangat baru dan kelak dapat menyejahterakan masyarakat khususnya para petani komoditas bawang merah yang bisa ditingkatkan lagi dari segi kuantitas maupun kualitasnya," ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Holtikultura Kabupaten Tanggamus, Catur Agus Dewanto mengatakan jenis bawang yang di panen ini yaitu varietas batu ijo dan hasilnya luar biasa. "Bawangnya besar-besar, kualitasnya cukup bagus dari satu  hektare bisa panen 4,5 ton, harganya juga cukup menjanjikan yaitu Rp15.000 perkilogram di tingkat petani dan mudah mudahan kelak lebih baik lagi," katanya.

Dia mengatakan, Kabupaten Tanggamus juga akan mendapatkan bantuan bibit bawang untuk lahan seluas 20 hektare melalui anggaran perubahan. "Jadi kesempatan ini harus di mampaatkan dan di rawat sebaik mungkin. Saya mohon untuk terus ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam budidaya bawang merah ini dan harapan saya bisa kita dapatkan varietas jenis jenis baru yang berasal dari Kabupaten Tanggamus yang menjadi harapan kita semua," pungkasnya.

Catur juga mengimbau agar para petani dan masyarakat selalu tetap menjaga protokol kesehatan, meskipun saat ini sudah masup zona kuning tetap tidak boleh lengah.

"Tetap kita pertahankan agar segera menjadi zona hijau sehingga masyarakat dapat lebih produkif dan tetap aman covid 19," ujar Catur.

Sementara Ketua Poktan Mekar Jaya Tani, Siswanto mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tanggamus Dewi Handajani karena sudah memberikan dukungan, semangat dan menyaksikan mereka secara langsung panen bawang merah di Pekon Simpangkanan Kecamatan Sumberjo.

"Semoga kunjungan ini menjadi motivasi kami dalam bertani bawang merah dan menjadikan panen semakin berlimpah dengan kualitas terbaik," tutupnya. (**)

Laporan: Galih/Asdijal

Editor: Agus Setyawan