Membangun Generasi Bangsa Melalui Beasiswa Hafidz Quran

298 Views
Rektor IIB Darmajaya, Firmansyah Y Alfian saat disambangi harianmomentum.com di ruang kerjanya. Foto: acw

MOMENTUM, Bandarlampung--Seorang mahasiswa yang pandai dalam ilmu akademik, belum tentu menjadi sosok yang bermanfaat di tengah masyarakat.

Sebaliknya, mahasiswa yang paham dan mengamalkan ilmu akhirat, bisa dipastikan menjadi sosok yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat, bahkan bangsa dan negara.

Meski sangat penting, namun tidak semua kampus di Kota Bandarlampung punya perhatian lebih terhadap pemahaman serta pengamalan agama di kalangan mahasiswa maupun pengajar-pengajarnya.

Apalagi kampus yang berbasis umum. Lain halnya dengan kampus-kampus yang memang berbasis agama. Namun tidak demikian bagi Istitut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Meski bukan kampus yang berbasis agamis, tapi nilai-nilai spiritual meliputi akademika di kampus setempat.

Bahkan sejak 2017 lalu, kampus yang dikomandoi Rektor Firmansyah Y Alfian tersebut meluncurkan Program Beasiswa Hafidz Al-Quran.

Kampus yang berlokasi di Jalan Zainal Pagar Alam, Kota Bandarlampung itu, menjadi pelopor semangat menghapal Al-Quran di kalangan mahasiswa.

Kini, program yang telah melahirkan beberapa penghafal 30 juz Al-Quran tersebut telah dicontoh oleh beberapa kampus lain di kota setempat.

Rektor IIB Darmajaya, Firmansyah Y Alfian meyakini bahwa pendidikan dan pengamalan agama merupakan kunci kesuksesan dunia dan akhirat.

“Siapa yang membantu agama Allah, maka kita akan dibantu oleh Allah. Kami berangkat dari keyakinan itu,” kata Firmansyah pada harianmomentum.com, Senin (7-6-2021).

Menurut rektor, program yang bertujuan untuk memberi apresiasi terhadap anak-anak penghafal Al-Quran tersebut membawa berkah teresendiri bagi kampus dengan jargon is the best (yang terbaik) itu.

“Saya yakin, para penghafal Al-Quran ini adalah anak-anak cerdas, dan yang pasti penuh dengan keberkahan. Mereka Al-Quran berjalan. Ada Al-Quran dalam hati mereka. Maka istilahnya, Darmajaya ini pun mengambil berkah dari para penghafal ini,” jelasnya.

Firmansyah berharap, para mahasiswa hafidz tersebut kelak menjadi orang yang membawa kebaikan dan kebahagian, serta bisa menjadi suri tauladan yang baik di tengah masyarakat.

“Saya berfikir, kalau sarjana dari Darmajaya ini, kelak mereka berprofesi sebagai apapun juga, mereka punya Al-Quran dalam hati mereka. Sehingga bisa jadi penerang dimanapun mereka berada,” harapnya.

Saat ini ada belasan mahasiswa dan mahasiswi IIB Darmajaya yang istiqomah menghafal Quran.

Selain mendapatkan fasilitas kuliah gratis hingga selesai, para hafidz dan hafidzah itu juga mendapat tempat tinggal di asrama atau rumah tahfidz Darmajaya.

“Untuk hafidz (penghafal laki-laki) dan hafidzah (penghafal perempuan) tinggal di lokasi berbeda. Masing-masing telah kita siapkan juga pembimbingnya dalam menghafal Quran,” tutur Firmansyah.

Terpisah, Senior Staf Humas IIB Darmajaya Lukman Hakim menyebut, total ada 15 mahasiswa yang istiqomah mengikuti program beasiswa Hafidz Quran.

“Tiga diantaranya saat ini sudah menjadi hafidz 30 juz. Dua orang laki-laki dan satu orang perempuan,” sebutnya.

Lebih lanjut Lukman menyampaikan bahwa siapapun boleh mendaftarkan diri dalam program beasiswa tersebut.

“Syaratnya seperti pendaftar umum lainnya. Tapi khusus untuk program beasiswa hafidz, calon mahasiswa itu harus punya bekal minimal hafalan lima juz Al-Quran. Selain itu, yang bersangkutan harus bersedia mukim (tinggal atau mentap) dan mengikuti program rumah tahfidz yang telah disediakan,” jelasnya.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi