A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Maraknya Begal Sepeda Saat Pandemi | Harian Momentum

Maraknya Begal Sepeda Saat Pandemi

751 Views
Ilustrasi/ist

MOMENTUM, Bandarlampung--Tindak kejahatan kasus begal terhadap pesepeda marak terjadi di Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir. Maraknya begal sepeda adalah fenomena baru karena biasanya kasus begal yang kita temui sasarannya adalah pengendara motor atau mobil namun sekarang adalah sepeda. 

Kasus begal sepeda ini ramai juga karena sedang marak-maraknya orang bermain sepeda dan sepeda-sepeda yang ditawarkan juga memiliki harga yang fantastis apabila di perjual-belikan kembali itulah mengapa menjadi incaran pada masa pandemi saat ini. 

Kejahatan terhadap pesepeda belakangan ini terjadi di jalan-jalan protokol di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, yakni di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Lapangan Tembak Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Rasuna Said, hingga Jalan Medan Merdeka Barat.

Para pelaku pun tak pandang bulu, mulai dari masyarakat hingga artis. Bahkan, aksi serupa juga menimpa perwira marinir Kolonel Pangestu Widiatmoko saat bersepeda di Jalan Medan Merdeka Barat. 

Modus para pelaku adalah mengincar pesepeda yang seorang diri berada di tempat sepi. Para pelaku disebut kerap melakukan aksinya pada pagi hari, yakni pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Umumnya, para korban mengendarai sepeda seorang diri dengan melintas di rute yang sepi. Kondisi tersebut dapat memancing pelaku kejahatan. Maraknya aksi kejahatan itu karena banyak masyarakat melakukan kegiatan olahraga dengan bersepeda dalam beberapa waktu terakhir ini di tengah pandemi Covid-19. 

Faktor dari maraknya fenomena ini adalah sosial ekonomi dimana kondisi pandemi saat ini banyak orang yang mengganggur sehingga melakukan kejahatan seperti pembegalan pesepeda ini. 

Banyak pesepeda juga tidak terlalu memperhatikan barang-barang bawaannya pada saat bersepeda seperti menaruh hp atau dompet yang dapat dengan mudahnya dijangkau oleh pelaku kejahatan.

Langkah antisipasinya bagaimana? Upaya preventif bukan saja tugas polisi, perlu dilakukan secara terpadu dengan instansi lainnya. 

Selain tugas polisi untuk meningkatkan patroli dan pengamanan agar pesepeda merasa aman dan nyaman kita sebagai pesepeda juga harus melakukan upaya dengan berhati-hati menjaga barang bawaan jangan menggunakan barang-barang yang mencolok dan jangan bersepeda di rute-rute sepi. 

Bersepedalah berramai-ramai dengan teman dan cari rute yang ramai seperti stadion, jalan jalan protokol. (**)

Penulis: Nabila Puspitasari Santoso, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lampung