A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Eva Dwiana Dibatalkan, Yusuf Kohar Walikota Bandarlampung? | Harian Momentum

Eva Dwiana Dibatalkan, Yusuf Kohar Walikota Bandarlampung?

2602 Views
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva. Foto: ist

MOMENTUM, Jakarta--Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Hamdan Zoelva menjelaskan, keputusan pembatalan pasangan calon kepala daerah (paslonkada) nomor urut 03 Eva Dwiana - Deddy Amrullah oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Lampung dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung telah berkekuatan hukum tetap.

Karena peraih suara terbanyak pada Pemilihan Walikota Bandarlampung Eva Dwiana dibatalkan dari pencalonannya. Peraih suara terbanyak kedua, M Yusuf Kohar berhak ditetapkan sebagai Walikota Bandarlampung terpilih.

"Kasus pelanggaran TSM adalah kewenangan Bawaslu untuk dapat memutuskan. Jika terbukti ada pelanggaran TSM yang dilakukan oleh salah satu paslon, maka Bawaslu berhak untuk mendiskualifikasi paslon tersebut,"  kata Hamdan Zoelva melalui siaran pers yang diterima harianmomentum.com, Rabu (27-1-2021).

Dengan keputusan KPU dan Bawaslu yang memiliki ketetapan hukum, maka paslonkada nomor Urut 02 Yusuf Kohar dan Tulus Purnomo Wibowo dinilainya dapat ditetapkan sebagai pemenang karena memperoleh suara terbanyak kedua.

Hamdan juga menilai, sengketa pilkada Bandarlampung sangat sederhana dan tak perlu berlarut. "Keputusan KPU dan Bawaslu sudah jelas dan berkekuatan hukum tetap," tegas ahli hukum itu.

Meski demikian, kasus pelanggaran TSM yang dilakukan Eva-Deddy pada Pilkada Kota Bandarlampung masih berlanjut karena paslonkada nomor urut 03 itu melakukan upaya banding ke Mahkamah Agung (MA). 

Banyak pihak berharap agar putusan hakim di MA ditetapkan dengan adil dan hendaknya didasarkan pada fakta dan bukti-bukti persidangan. 

Baca juga: Argumentasi Hukum: Akankah Gugatan Eva Dwiana Dikabulkan MA?

Sebelumnya, Ahmad Handoko, Koordinator Kuasa Hukum Paslon 02 (Yusuf Kohar-Tulus Purnomo) optimis MA akan menolak permohonan Paslon 03. 

"Putusan pada sidang Bawaslu untuk mendiskualifikasi paslon 03 sudah tepat dan sesuai undang-undang. Kami yakin MA menolak permohonan dari pemohon dan harapannya MA bisa memutuskan perkara ini secara objektif serta sesuai undang-undang,” harap Handoko.

Kemudian, KPU sebagai lembaga yang berwenang diharapkan bisa menetapkan paslon 02 Yusuf Kohar-Tulus Purnomo sebagai peraih suara terbanyak kedua untuk menjadi pemenang Pilkada.

"Karena Paslon 03 sudah didiskualifikasi dari proses pemilihan maka peraih suara terbanyak kedua yang berhak atas kemenangan Pilkada Kota Bandarlampung," ujarnya.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi