A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Lifter Lampung Akhirnya Raih Medali Perak Olimpiade | Harian Momentum

Lifter Lampung Akhirnya Raih Medali Perak Olimpiade

989 Views
Cintra Febrianti lifter putri Lampung yang akhirnya dinyatakan IOCsebagai peraih medali perak Olimpiade, London, 2012

MOMENTUM, Bandarlampung--Setelah melalui proses panjang, akhirnya Cintra Febrianti lifter putri Lampung dinyatakan sebagai peraih medali medali perak Olimpiade Londen tahun 2012. Sebelumnya pada ajang olimpiade tersebut, lifter binaan Padepokan Gajah Lampung, Kabupaten Pringsewu yang turun di nomor 53 Kg itu hanya menempati peringkat keempat.  

Posisinya berada di bawah Kazakhstan Zulfiya Chinshanlo (emas), dan Shu Ching dari China Taipe (Perak) dan Cristina Iovu dari Moldova (perunggu).

Pada 19 Oktober 2016 International Olympic Committee (IOC) mendiskualifikasi peringkat pertama (medali emas) Zulfiya Chinshanlo dari Kazakhstan pada. Selanjutnya, pada 10 November 2016, IOC juga mendiskualifikasi peringkat ketiga Cristina Iovu dari Moldova. Keduanya didiskualifikasi karena postif menggunkan doping pada ajang olimpiade tersebut. Berdasarkan hasil keputusan tersebut, maka IOC menyatakan Citra Febriati resmi menempati peringkat kedua di kelas 53 kg dan berhak atas medali perak Olimpiade, London 2012.

Sedangkan, medali emas diberikan kepada lifter China Tape Shu-Ching yang sebelumnya meraih medali perunggu, dan medali perunggu diberikan kepada Iulia Paratova dari Ukraina, yang sebelumnya menempati peringkat  lima.

Keputusan IOC itu ditanggapi suka cita pengurus dan lifter Padepokan Gajah Lampung.  

“Ini luar biasa dan bukti dari kejujuran kita tetap dihargaii dunia internasional. Citra tampil dengan lugu dan lugas, sementara beberapa atlet dinyatakan menyalahi aturan terkait doping. Bersyukur kita, anak kami meraih medali Perak Olimpiade, meskipun harus menunggu delapan tahun untuk keputusan IOC itu,” kata Anna Maria  mewakili Imron Rosadi Pimpinan Padepokan Gajah Lampung, Minggu (13-12-2020).

Anna Maria, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PB Pabersi Indonesia, berharap pemerintah kembali melihat dengan arif tentang pencapaian tersebut, khususnya terkait bonus kepada atlet dan pelatih. 

Kemenpora Pastikan Bonus 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari merasa gembira karena Citra mendapatkan medali perak yang menjadi haknya. “Begitu Citra melaporkan masalahnya secara langsung, kami segera bergerak dan berkomunikasi dengan IOC. Alhamdulillah, hanya dalam waktu dua pekan kami sudah mendapatkan respon dari IOC,” kata Okto seperti dirilis detik.com.

NOC Indonesia juga melaporkan perkembangan kasus ini kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Menurut Okto, kemenpora memastikan bonus untuk Citra dan pelatihnya. Kepastian itu disampaikan Asdep Kemiteraan dan Penghargaan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Suyadi  yang mengatakan, surat keputusan resmi diharapkan ditandatangani pekan depan.

“Sesuai arahan Menpora, kami sudah siapkan bonusnya, tapi kami tidak bisa menunggu medalinya tiba. SK-nya sudah disiapkan oleh teman-teman di kantor dan Senin atau Selasa akan ditandatangani Menteri. Semoga pekan depan Citra sudah bisa mendapatkan haknya,” kata Suyadi. (**)

Laporan: Humas KONI Lampung

Editor: Munizar