A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Suka Beli Akun Netflik? Hati-Hati Ilegal | Harian Momentum

Suka Beli Akun Netflik? Hati-Hati Ilegal

1211 Views

MOMENTUM, Bandarlampung--"Jual Murah Akun Netflik!" Belakangan ini, cuplikan iklan tersebut kerap kali telihat di berbagai media sosial. Tidak jarang, orang tergiur karena harganya lebih murah dibandingkan dengan membeli di situs resmi Netflix.

Tapi di balik akun murah tersebut, terdapat berbagai bahaya yang mengintai. Salah satu peneliti keamanan siber, Heru Sutadi mengatakan kepada situs Kata Data, bahwa akun tersebut dapat disusupi malware atau virus. Hal tersebut, tentu, sangat berbahaya, karena dapat mencuri data-data milik korban.

Peneliti keamanan siber lainnya, Pratama Persadha mengatakan bahwa akun-akun tersebut biasanya dibeli dalam jumlah yang banyak di situs gelap dengan sangat murah. Kemudian, akun-akun tersebut tentunya dijual kembali dengan menaikkan sedikit harga.

Salah satu influencer di dunia maya, Ernest Prakarsa bahkan mengklaim bahwa perdagangan akun-akun tersebut merupakan salah satu tindakan kriminal.

“Kalau memang bisnisnya bukan ilegal, mestinya (para penjual akun Netflix) bisa menjelaskan kenapa murah”, kata Ernest.

Dilansir dari kanal Youtube milik Mister Kaka, terdapat beberapa cara yang biasanya digunakan oleh para penjual akun Netflix murah tersebut, di antaranya adalah phising & carding, pemanfaatan akun trial, serta pembelian di negara lain.

Metode carding dilakukan dengan memanfaatkan identitas kartu kredit tanpa sepengetahuan pemiliknya. Hal tersebut dapat terjadi dengan menggunakan phising terlebih dahulu. Phising dilakukan dengan menyebarkan email spam ke berbagai pengguna email secara acak. 

Kemudian calon korban yang tertarik, biasanya akan mengklik tautan yang disajikan dengan menarik oleh pengirim email. Selanjutnya, calon korban akan mengisi identitas pada situs web buatan pelaku, termasuk data kartu kredit.

Kemudian pemanfaatan akun trial, biasanya dilakukan penjual dengan membuat satu akun baru. Akun baru tersebut, selanjutnya akan mendapatkan bonus masa percobaan secara gratis dari Netflix. Metode ini cenderung lebih aman dibandingkan dengan phising & carding karena transaksi dilakukan tanpa mencuri data milik orang lain.

Sementara itu, pembelian di negara lain dapat dilakukan dengan memanfaatkan Virtual Private Network (VPN). Banyaknya negara yang mendapatkan harga akun Netflix lebih murah, tentunya akan menghasilkan keuntungan tersendiri jika dijual kembali di Indonesia.

Sebagai calon pembeli, alangkah baik jika kita menelusuri terlebih dahulu asal muasal dari “barang dagangan” yang ditawarkan. Sebab pada era digital ini, data dan informasi sangat rentan untuk disalahgunakan oleh berbagai oknum. Jangan sampai ketidakhati-hatian kita membawa petaka bagi diri sendiri. (*).

Laporan: Ashri Fadilla Rahmad.

Editor: M Furqon.