A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Yuk Mampir ke Resto Pindang Waroenk Rakyat, Rasakan Bedanya! | Harian Momentum

Yuk Mampir ke Resto Pindang Waroenk Rakyat, Rasakan Bedanya!

3327 Views
Pindang WR, lengkap dengan nasi, sambal dan lalapan.

MOMENTUM, Bandarlampung--Suka Pindang? Tapi tidak suka bau amisnya? Yuk mampir ke Pindang Waroeng Rakyat!

Waroeng Rakyat yang dikenal sebagai cafe nongkrongnya warga Lampung kini telah mengembangkan sayap. 

Semula, cafe milik bapak Andry Rifaldi itu hanya buka sejak sore, hingga malam hari. 

Tapi kini, cafe yang berada di Jalan Rasuna Said, Kelurahan Gulak-galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, tepatnya samping Swiss-Belhotel itu buka sejak pagi hari.

Tapi bukan cafe sebutannya, melainkan rumah makan atau restoran (resto). Tepatnya Resto Pindang Waroeng Rakyat (Pindang WR), yang buka sejak pagi hingga sore hari.

Jika cafe Waroenk Rakyat dikelola langsung oleh Andry Rifaldi, lain halnya dengan Resto Pindang WR.

Pindang WR, dikelola oleh Kartika, wanita berumur 56 tahun yang sudah bergelut di dunia kuliner berbahan ikan sejak 20 tahun silam.

Pindang WR telah diresmikan (lounching) sejak Minggu (15-11-2020).

Pengunjung Resto Pindang WR

Ada yang spesial dari Pindang WR. Baru bisa disajikan dan disantap oleh pecinta kuliner pasca dua hari diolah.

Tujuannya, untuk memberi cita rasa yang khas, dan meresapnya bumbu serta kuah menjadi lebih kental.

"Resep pindang kita sama ya seperti pindang lainnya. Tapi kalau ditanya bedanya, mungkin waktu pengolahan ya," kata Kartika.

"Kalau kita buat hari ini, maka dua hari lagi baru bisa kita sajikan. Jadi selama dua hari itu kita panaskan kuah pindang di kompor, paling tidak tiga kali seharinya," sambung wanita berhijab itu.

Selain itu, pengolahan Pindang WR dibuat terpisah. Antara kuah dan ikan. Tujuannya menghilangkan bau amis pada kuah pindang.

"Kadang ada orang yang tidak suka ikan, tapi mau makan pakai kuah pindangnya saja, misal dengan lauk ayam, kan bisa. Karena memang kita pisah, antara kuah pindang dan ikannya," jelasnya.

Ada dua jenis ikan yang bisa dipilih oleh pengunjung yang datang ke Resto Pindang WR: patin dan baung. Ada juga pindang tulang iga bagi yang tidak suka ikan.

Meski namanya Resto Pindang, tapi menu makanan lain tetap tersedia. Seperti beraneka ragam pepes, ayam, dan menu lainnya. Pepesnya, bisa juga disajikan dengan tempoyak (makanan berbahan dasar durian yang diminapkan). Pasti muantap.

"Kita fokusnya pindang, tapi menu lain juga ada," ujar wanita yang akrab disapa Umi Kartika itu.

Untuk harga menu kuliner di Resto Pindang WR relatif terjangkau. Hanya di kisaran Rp25 ribu, sampai Rp45 ribu.

"Kita juga menyediakan berbagai minuman, mulai dari jus buah-buahan, hingga kopi dan teh. Harga minuman paling mahal cuma Rp12 ribu," jelasnya.

Pengelola Resto Pindang WR, Kartika

Umi Kartika menuturkan, mulanya dia membuka rumah makan pindang di Jalan Dr Mongonsidi, tepatnya depan Bank Bukopin, Pengajaran, selama lebih-kurang delapan tahun.

Selanjutnya, ibu dari M Rirozil Falah (14) itu pun pindang ke Jalan Basuki Rahmat, depan Kantor Dinas Sosial Provinsi Lampung, selama kurang-lebih 13 tahun.

"Awal-awal ada virus corona, saya tutup. Sepi. Beberapa bulan tidak jualan," keluh istri dari Asep Sofian (50) itu.

Tapi menurut Umi Kartika, rezeki itu Allah yang mengatur. Dia pun pasrah, menerima ujian.

Beberapa bulan berlalu, Umi Kartika dihubungi oleh salah satu pelanggan setianya. Andry Rifaldi, pemilik Cafe Waroenk Rakyat.

Andry menawarkan agar Kartika menjual Pindang, dengan memanfaatkan kedai cafe miliknya. Dari pagi hingga sore, saat cafe belum beroperasi.

Pegawai yang ramah di Resto Pindang WR siap menyajikan hidangan ke pengunjung yang datang

Kartika menyambut baik ajakan itu. Dia pun bersedia mambuka Resto, bekerjasama dengan Waroenk Rakyat.

"Semoga di sini lancar ya," ujar Kartika.

Owner atau pemilik Cafe Waroenk Rakyat Andry Rifaldi meyakini, pindang dari masakan Umi Kartika akan banyak mendapat sambutan hangat dari pecinta kuliner Lampung.

Apalagi, menurut Andry, saat ini pindang jadi kuliner yang sedang naik daun, alias hits.

"Insyaallah. Bismillah, niat kita baik. Mudah-mudahan lancar. Malah kita ada rencana kedepannya untuk membuka cabang di tempat lain," kata Andry, menambahkan.

Keyakinan Andry itu diperkuat dengan banyaknya tamu yang berdatangan ke Resto Pindang WR. 

"Kita baru lounching saja sudah ramai ini. Ya banyak juga pelanggan setia Umi di warung yang lama datang ke sini," tuturnya.

Fasilitas ruang karaoke di Resto Pindang WR

Bicara soal fasilitas di Resto Pindang WR, masyarakat Lampung, khususnya Kota Bandarlampung pastinya sudah banyak yang tahu. 

Semua fasilitas Cafe Waroenk Rakyat, ya itulah fasilitas Resto Pindang WR.

Ada ruang karaoke, yang cocok untuk santap siang bersama keluarga. Ada juga tempat makan yang asik, di lantai dua gedung. Cocok untuk anak muda yang hobi nongkrong bareng kawan.

"Semua fasilitas cafe bisa digunakan untuk seluruh pengunjung Resto Pindang WR," jelas Andry.(**)

Laporan/Editor: Agung Chandra Widi