A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi | Harian Momentum

BMKG: Waspada Gelombang Tinggi

825 Views
Ilustrasi. Gelombang Tinggi berpotensi terjadi di Perairan Lampung.

MOMENTUM, Bandarlampung--Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Lampung mengimbau nelayan dan masyarakat yang berada di kawasan pantai untuk mewaspadai terjadinya gelombang tinggi.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Neneng Kustini mengatakan mulai Kamis (9-1-2020) pukul 19.00 WIB hingga Jumat (10-1) pukul 19.00 WIB, gelombang di perairan Lampung cukup tinggi.

Diperkirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Perairan Timur Lampung Bagian Selatan dan Teluk Lampung Bagian Selatan.

"Sementara, gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga empat meter berpotensi terjadi di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Bagian Barat serta Samudera Hindia Barat Lampung," kata Neneng kepada harianmomentum.com.

Karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang beraktifias di kawasan pantai untuk lebih berhati-hati terhadap potensi gelombang tinggi. "Gelombangnya lumayan tinggi, jadi masyarakat yang beraktifias di laut dan kawasan pantaiharap berhati-hati, demi keselamatan," imbaunya.

Dia menjelaskan gelombang tinggi terjadi karena adanya peningkatan kecepatan angin di perairan Lampung. Kondisi itu akibat tekanan angin di Utara Benua Australia relatif rendah.

"Kecepatan angin di seluruh perairan Lampung dapat mencapai 25 knot. Bahkan untuk Samudera Hindia bagian Barat Lampung, kecepatan anginnya mencapai 40 knot," jelasnya. (vaw)