A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Mengenal Sosok Uniroh, Peraih Tjindarboemi | Harian Momentum

Mengenal Sosok Uniroh, Peraih Tjindarboemi

1194 Views
Uniroh, Guru sukarelawan yang mengabdikan dirinya untul pendidikan anak-anak di Pulau Tegal.

MOMENTUM, Bandarlampung--Uniroh Utami, sosok wanita yang berkontribusi besar dalam pendidikan anak-anak di Pulau Tegal, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Pengabdiannya dimulai saat dia mengunjungi Pulau Tegal pada tahun 2016. Saat ini Uniro melihat masyarakat di pulau seluas 83 hektare itu banyak yang tidak bisa membaca dan menulis.

Merasa iba dengan sumber daya manusia di pulau yang dihuni lebih kurang 127 jiwa itu, Uniroh pun memutuskan untuk mengabdikan dirinya.

Wanita kelahiran 5 Juli 1967 itu berinisiatif membangun Sukarelawan Peduli Pendidikan Pulau Tegal (SP3T) di tahun 2016. Saat ini SP3T berganti nama menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Kelompok itu berisi relawan yang terdiri dari guru, mahasiswa, dan berbagai pihak yang peduli terhadap pendidikan di Pulau Tegal.

Pada awalnya aktifitas belajar mengajar dilakukan di salah satu rumag penduduk. Tetapi, saat ini mereka sudah memiliki dua bangunan untuk kegiatan belajar mengajar.

PKBM saat ini memiliki 30an peserta didik. Selama empat tahun mengabdi, Uniroh bersama rekan-rekannya berhasil membuat 15 siswanya mendapat ijasah paket B (setara SD).

Atas dasar itulah, Uniroh diberikan Penghargaan Tjindarboemi 2019 dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung.

Menurut dia, hingga saat ini warga setempat telah memiliki banyak kemajuan dibanding dengan 2016.

Uniroh menyebutkan masyarakat di Pulau Tegal kini bisa menikmati penerangan yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk 15 rumah.

Selain itu, tersedia satu perahu cepat sebagai sarana antar jemput para guru pendidik, dan sebagian besar aset tersebut merupakan bantuan dari berbagai pihak.

"Tentu kami bukan satu-satunya pihak yang merawat harapan anak-anak (Pulau Tegal), banyak pihak sudah terlibat membantu, diantaranya Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran, hingga perusahaan BUMN Bukit Asam," jelasnya.

Uniroh pun mengapresiasi PWI Lampung yang telah memberikan anugerah tersebut kepadanya. (rft)