A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Warga Adat Sekkapung Limo Migo Demonstrasi di Depan Kantor Bupati Lamtim | Harian Momentum

Warga Adat Sekkapung Limo Migo Demonstrasi di Depan Kantor Bupati Lamtim

740 Views
Perwakilan warga adat Sekkapung Limo Migo menggelar demonstrasi di depan Kantor Pemkab Lampung Timur

MOMENTUM, Sukadana--Puluhan orang yang menyatakan perwakilan Masyarakat Adat Kebandaran Marga Sekampungudik (Sekappung Limo Migo) berunjuk rasa di halaman Kantor Bupati Lampung Timur (Lamtim), Kamis (31-10-2019). 

Mereka mendesak Bupati Lamtim Zaiful Bokhari turut berupaya membantu penyelesian kasus dugaan pelecehan adat Lampung di wilayah Marga Sekampungudik yang dilakukan kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Girimulyo.

Perwakilan pendemo Raja Bandar mengatakan, kasus dugaan pelecehan tersebut bermula ketika pokdarwis Kabupaten Lamtim dan Desa Girimulyo membuat olahan makanan khas masyarakat adat Sekappung Limo Migo yang berada di dua kecamatan: Sekampungudik dan Kecamatan Margasekampung. Saat itu, anggota pokdarwis menangkap hewan kelelawar untuk dijadikan olahan kuliner Klawar yang disebut sebagai manakanan khas warga adat Sekkapung Limo Migo.

"Penangkan kelalawar untuk diolah menjadi kuliner itu untuk mengisi acara Jejak Petualang yang tayang di salah satu stasiun televisi nasional. Pokdarwis Desa Girimulyo Kecamatan Margasekampung telah memberikan informasi yang tidak benar, tekait makanan khas warga Adat Marga Sekkapung Limo Migo. Makanan khas warga adat kami memang bernama Klawar, tapi bukan dari bahan daging Kelelawar," kata Raja Bandar.

Menurut dia, kuliner Klawar terbuat dari daging sapi atau kambing yang disajikan dengan kuah santan berbumbu khas. "Kami meminta bupati untuk segera menyelesaikan permasalahan pelecehan adat kami ini," tegasnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lamtim Syahrudin Putera mewakili Bupati Zaiful Bokhari mengatakan, segera membantu upaya penyelesaian masalah tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait.

"Besok pagi akan kita panggil semua yang terkait, supaya permasalahan antara warga Adat Sekkapung Limo Migo dan Pokdarwis ini  cepat selesai," kata sekdakab saat menerima perwakilan pendemo. (rif)