A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Destinasi Digital Pasar Wedana Gelar Manjau Debingi | Harian Momentum

Destinasi Digital Pasar Wedana Gelar Manjau Debingi

990 Views
Lomba gitar klasik Lampung dan pantun setimbalan. Foto. Rif.

MOMENTUM, Sukadana--Destinasi Digital Pasar Wedana Sukadana, Lampung Timur (Lamtim) kembali menyelenggarakan kegiatan kebudayaan, Manjau Debingi. Kegiatan ini melombakan gitar klasik Lampung dan pantun setimbalan.. 

Kegiatan yang digelar setiap akhir pekan pada September 2019 ini, diikuti 30 grup tuan rumah Lamtim, Lampung Tengah, dan Waykanan.

"Peserta kegiatan ini terdiri dari para pelajar, komunitas seni musik, pemuda, sanggar, dan masyarakat umum," ujar Ketua Destinasi Digital Pasar Wedana Asril Milyon, Sabtu (14-9-2019). 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap setiap akhir pekan. Pertama, pada 14 dan 21 September menjadi babak penyisihan pertama dan kedua. Kemudian, final pada 28 September mendatang.

Menurut Asril, kegiatan ini dilaksanakan guna menumbuhkan kecintaan budaya di kalangan generasi muda sekaligus mempromosikan Distinasi Digital Pasar Wedana.

Tempat wisata yang berlokasi yang sebelumnya bernama Pasar Baru Sukadana ini, memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Sedang kegiatan Manjau Debingi merupakan salah satu cara mempromosikan pariwisata dengan mengangkat kearifan budaya lokal, memasyarakatkan sekaligus melestarikan khasanah seni dan budaya tradisi Lampung.

"Kami ingin mengajak para pemuda di Kabupaten Lampung Timur untuk mencintai dan melestarikan budaya sendiri sebagai bentuk identitas diri," harap Asril. (rif).