A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Ini Tarif Bawah Dan Atas Taksi Online Yang Ditetapkan Pemerintah | Harian Momentum

Ini Tarif Bawah Dan Atas Taksi Online Yang Ditetapkan Pemerintah

1222 Views

Harianmomentum--Pemerintah telah menetapkan tarif batas bawah dan atas untuk taksi online. Penetapan tarif batas bawah dan atas tersebut mulai berlaku per 1 Juli 2017.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jika penetapan itu sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 26 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. 

"Kan Permen-nya sudah ada dan secara waktu jatuh tempo hari ini dan diberlakukan. Hari ini efektif berkaitan tarif atas bawah, kuota dan STNK, ini berjalan bersamaan, pemberlakuannya 1 Juli," kata Budi kepada wartawan di kantornya, Sabtu (1/7).

Menurutnya, tarif batas bawah dan atas sudah ditentukan berdasarkan wilayah, yakni wilayah I meliputi Sumatera, Jawa dan Bali dengan per kilometernya batas bawah Rp 3.500 dan batas atas Rp 6.000. Sedangkan wilayah II meliputi Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papu batas bawah sebesar Rp 3.700 dan batas atas Rp 6.500.

Menurut Budi, penentuan tarif berdasarkan diskusi dan usulan semua pihak, termasuk operator taksi online. 

"Kalau pun (per wilayah) berbeda karena tingkat ekonominya dan spare part di sana mahal," kata Budi.

Setelah pemberlakuan tarif tersebut, ia berharap aturan itu bisa segera diikuti operator. Sebab, tentu ada sanksi jika aturan tersebut tidak diikuti oleh penyedia operator. 

"Kita kasih waktu beberapa saat, tapi pemerintah tegas itu aturan berlaku. Tapi kita tidak ingin menanggapi semua, kita tidak mau ada konflik horizontal, maka kita soft lah berpikiran positif supaya ada level of servise bagus," demikian Budi. (san/RMOL)