A PHP Error was encountered

Severity: 8192

Message: strpos(): Non-string needles will be interpreted as strings in the future. Use an explicit chr() call to preserve the current behavior

Filename: MX/Router.php

Line Number: 239

Backtrace:

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 239
Function: strpos

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/application/third_party/MX/Router.php
Line: 72
Function: set_class

File: /home/u199773734/domains/harianmomentum.com/public_html/app/index.php
Line: 316
Function: require_once

Pascatsunami, Pariwisata Lampung Harus Bangkit | Harian Momentum

Pascatsunami, Pariwisata Lampung Harus Bangkit

1061 Views
Jumpa pers pemulihan pariwisata Lampung. Foto. Ira.

Harianmomentum.com--Masyarakat Lampung harus bangkit dan tidak larut dalam duka akibat bencana tsunami. Semua pihak diminta bekerja sama memulihkan pariwisata yang banyak dimiliki daerah ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Budiharto saat menggelar konferensi pers Pemulihan Pariwisata Pasca-tsunami Selat Sunda di Bandarlampung, Senin (7-1-19).

Menurut Budiharto, bukan hanya wisata pantai Pahawang dan Krakatau yang dimiliki Lampung, tetapi ada juga tempat wisata lainnya seperti Way Kambas, Pugungraharjo, Suoh, dan destinasi alam seperti pegunungan hutan dan air terjun.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap media bekerja sama memberitakan tentang Lampung dengan baik. "Tentu tanpa berbohong dengan apa yang sedang terjadi," ujarnya. 

Dia menyatakan, bencana tsunami berdampak pada terganggunya akses ke sejumlah tempat wisata. "Tapi perlu diingat, Lampung itu luas. Lampung punya banyak potensi wisata,” ujar Budiharto.

Budiharto menjelaskan, pentahelix pendukung pariwisata atau lima unsur yang harus kompak, saling support untuk membangun iklim pariwisata yang kondusif yaitu ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). 

Di bidang komunitas, Lampung memiliki Genpi, mitranya pemerintah dalam urusan pariwisata.

“Pariwisata membutuhkan media. Tanpa media pariwisata tidak bisa jalan. Namun ada hal yang perlu diatasi, yaitu memulihkan trauma wisatawan. Sehingga yang tadinya batal bisa merencanakan lagi untuk datang, yang belum tahu bisa tahu sehingga mau datang,” kata dia.

Budiharto meminta media terus memberitakan pariwisata sesuai fakta saat ini pasca bencana. Jika Media memberitakan hal yang tidak baik, akan berpengaruh ke pariwisata.

"Padahal pariwisata punya multiplier effect yang cukup tinggi. Untuk itu perlu galakkan jurnalisme ramah pariwisata. Pariwisata juga rentan hoax," imbuhnya.

Strategi pemulihan pascabencana yaitu menata sarana dan prasarana destinasi wisata yang terkena dampak tsunami, termasuk penyediaan amenitas pariwisata. Melakukan sosialisasi sadar wisata, sapta pesona, dan mitigasi bencana kepada masyarakat sekitar destinasi yang rawan bencana serta Mengoptimalkan destinasi wisata lainnya. (ira).